INDORAYATODAY.COM – Hubungan tegang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menunjukkan secercah harapan. Kedua negara dikabarkan bakal segera memulai kembali negosiasi babak baru dalam upaya mencari jalan damai.

Melansir laporan dari Associated Press (AP) dan Reuters pada Selasa (14/4/2024), pembicaraan diplomatik ini dijadwalkan akan berlangsung paling lambat pada Kamis, 16 April 2026 mendatang.

“Kedua belah pihak kemungkinan besar akan menuju putaran kedua pembicaraan paling cepat hari Kamis,” tulis laporan media internasional tersebut, mengutip pernyataan pejabat AS.

Di sisi lain, Pakistan dikabarkan telah mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk memfasilitasi pertemuan tersebut. Mengutip Al-Jazeera, Pemerintah Pakistan mengusulkan agar Islamabad menjadi lokasi negosiasi putaran kedua dalam beberapa hari ke depan.

Dua pejabat Pakistan yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa usulan tersebut saat ini sedang dipertimbangkan. Namun, keputusan akhir tetap bergantung pada kesepakatan kedua negara yang bertikai mengenai lokasi yang dirasa paling netral.

Sebelumnya, upaya damai yang dimulai pada Jumat pekan lalu sempat mengalami kebuntuan. Gagalnya kesepakatan tersebut bahkan memicu reaksi keras dari Presiden AS Donald Trump yang secara resmi mengumumkan blokade di Selat Hormuz.

Meskipun tensi sempat memanas, status gencatan senjata yang dimulai sejak Selasa pekan lalu hingga kini masih berlaku. Sesuai rencana awal, gencatan senjata ini akan berlangsung selama dua minggu dengan opsi perpanjangan, sembari menunggu hasil dari meja perundingan Kamis esok.

BACA JUGA:  Drone IRGC Hantam Kapal Induk AS USS Abraham Lincoln