INDORAYATODAY.COM – Wacana penggabungan (fusi) antara Partai Gerindra dan Partai NasDem yang sempat berembus di ruang publik dipastikan tidak memiliki dasar yang kuat. Elite kedua partai kompak menegaskan bahwa isu tersebut tidak pernah dibahas, baik dalam forum resmi maupun komunikasi informal.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan tidak ada satu pun pembahasan terkait rencana fusi tersebut. Ia menyebut informasi yang beredar muncul secara tiba-tiba tanpa jejak komunikasi sebelumnya.
“Ya, seperti yang disampaikan oleh NasDem bahwa itu kita tidak pernah ada pembicaraan seperti itu,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
Menurut Dasco, kabar tersebut sempat memicu tanda tanya di internal Gerindra. Absennya komunikasi lintas partai membuat isu tersebut dinilai tidak memiliki pijakan yang jelas.
“Kita juga begitu dengar, kita bingung sebenarnya dari mana,” ucap Dasco.
Spekulasi mengenai kemungkinan fusi ini sebelumnya menguat pasca-pertemuan antara Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh beberapa waktu lalu. Pertemuan tersebut memicu berbagai tafsir politik di masyarakat.
Meski demikian, Dasco menilai penjelasan yang telah disampaikan pihak NasDem sudah cukup untuk meredam spekulasi. “Tapi karena NasDem juga sudah duluan menjelaskan, ya kita pikir sudah cukup,” tandasnya.
Pernyataan senada datang dari Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa. Ia mengaku kaget dengan mencuatnya isu fusi ini dan menyebutnya di luar pembahasan partai.
“Ya, ini juga saya baru kaget juga ya, baru mencuat terkait dengan soal isu fusi ya,” kata Saan.
Saan menekankan bahwa hingga saat ini belum ada agenda khusus di internal NasDem yang mengarah pada penggabungan dengan partai lain. Saat ini, fokus partai masih diarahkan pada penguatan struktur organisasi serta konsolidasi internal.
“Kita bahkan belum ada hal yang khusus terkait dengan fusi itu,” ungkap legislator NasDem tersebut.
Lebih jauh, Saan juga meluruskan penggunaan istilah yang beredar. Ia menjelaskan bahwa dalam konteks politik, istilah yang tepat adalah fusi, bukan merger atau akuisisi. Namun, ia menegaskan istilah tersebut pun belum relevan karena memang tidak ada pembahasan yang mendasarinya.

Tinggalkan Balasan