INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam membangun sektor kelautan melalui penguatan Ekonomi Biru (Blue Ocean Economy). Hal ini disampaikan Kepala Negara saat meninjau langsung Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, Sabtu (9/5).
Presiden menekankan bahwa potensi laut Indonesia yang melimpah harus dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat pesisir dan penguatan kedaulatan ekonomi nasional.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan nelayan, Presiden Prabowo menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan investasi besar-besaran untuk mengembangkan perikanan dan kelautan.
“Pemerintah yang saya pimpin akan besar-besaran mengembangkan perikanan dan kelautan. Ekonomi biru ini sangat penting, ini adalah karunia Yang Maha Kuasa yang harus kita syukuri dengan investasi nyata,” ujar Presiden Prabowo.
Sebagai langkah konkret, mulai tahun ini pemerintah menargetkan pembangunan 1.582 unit kapal ikan. Kapal-kapal tersebut nantinya akan dibagikan kepada para nelayan melalui sistem koperasi.
Skema Bantuan: Nelayan diarahkan membentuk koperasi (misal: 30 nelayan per koperasi).
Jenis Armada: Tersedia mulai dari kapal ukuran kecil, menengah, hingga kapal besar.
Tujuan Utama: Memastikan rakyat Indonesia menjadi tuan rumah di laut sendiri dan menghentikan dominasi kapal asing.
Presiden juga mengapresiasi jasa besar para nelayan yang menjadi pilar penting dalam ketahanan pangan nasional. Menurutnya, keberhasilan swasembada pangan seperti beras dan jagung harus diikuti dengan kemandirian di sektor perikanan.
“Kita sekarang tidak perlu impor lagi pangan dari luar. Kita ingin nelayan kita sejahtera dan tersenyum setiap hari karena penghasilannya baik,” pungkas Kepala Negara.
Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan model kemandirian pesisir di seluruh Indonesia, menjadikan nelayan sebagai pelaku utama dalam rantai ekonomi laut nasional.

Tinggalkan Balasan