INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Gejolak ekonomi global akibat fluktuasi nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terus menjadi perhatian banyak negara. Namun, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok Hamzah menilai kondisi tersebut justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pengembangan UMKM, perdagangan, dan investasi.

Menurut Hamzah, Indonesia memiliki modal yang cukup kuat untuk menghadapi tekanan ekonomi global karena didukung fundamental ekonomi nasional yang relatif sehat.

“Gejolak dolar AS merupakan tantangan global yang dihadapi banyak negara. Namun Indonesia memiliki fondasi ekonomi yang cukup kuat, mulai dari konsumsi domestik yang besar, pengendalian inflasi, hingga berbagai kebijakan yang menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujar Hamzah, Rabu (10/6/2026).

Hamzah mengatakan kekuatan ekonomi nasional harus menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk membangun ketahanan ekonomi lokal. Menurutnya, keberhasilan ekonomi nasional pada akhirnya diukur dari sejauh mana manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sebagai wilayah penyangga Jakarta, Kota Depok dinilai memiliki sejumlah keunggulan yang dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari jumlah penduduk produktif, sektor perdagangan yang berkembang, hingga keberadaan ribuan pelaku UMKM.

“Ketahanan ekonomi nasional akan semakin kuat apabila setiap daerah mampu mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Karena itu, saatnya Kota Depok memperkuat sektor perdagangan, UMKM, koperasi, dan investasi secara berkelanjutan. Potensi tersebut sudah ada, tinggal bagaimana kita mengelolanya secara maksimal,” katanya.

Menurut Hamzah, penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui bantuan permodalan. Pemerintah juga perlu membangun ekosistem usaha yang sehat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, serta perluasan akses pemasaran.

Ia menilai perkembangan ekonomi digital membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar nasional bahkan internasional.

BACA JUGA:  Irfan Rifai Puji Lebaran Depok: Tahun Ini Paling Meriah!

“Perkembangan ekonomi digital telah membuka peluang yang jauh lebih besar bagi pelaku usaha lokal untuk menjangkau pasar nasional bahkan internasional. Karena itu, pendampingan dan pelatihan harus menjadi bagian dari strategi pengembangan UMKM di Kota Depok,” jelasnya.

Selain UMKM, Hamzah juga menyoroti pentingnya menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan perizinan, kepastian regulasi, dan pelayanan publik yang efektif.

Menurutnya, investasi memiliki dampak luas terhadap perekonomian daerah karena mampu mendorong pertumbuhan dunia usaha, membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas perdagangan, serta menambah pendapatan masyarakat.

Sebagai Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah menegaskan pihaknya akan terus mengawal berbagai program yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi daerah agar berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Gejolak ekonomi global tidak boleh membuat kita pesimis. Justru kondisi ini harus menjadi momentum untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui pemberdayaan UMKM, peningkatan investasi, penguatan sektor perdagangan, dan pengembangan potensi lokal. Jika ekonomi kerakyatan tumbuh kuat, maka Kota Depok akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan di masa depan,” tegasnya.

Hamzah juga mendorong kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal agar Depok mampu menjadi daerah yang lebih mandiri dan berdaya saing.