INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tetap percaya diri menghadapi berbagai tantangan setelah pemerintah mencatat kemajuan dalam menyelesaikan sejumlah persoalan strategis.

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program pemerintah pada pertengahan tahun.

Dalam kesempatan itu, Presiden menegaskan bahwa setiap menteri mendapat mandat dari rakyat untuk menyelesaikan persoalan bangsa, sehingga tidak boleh menghindari ataupun merasa gentar menghadapi berbagai tantangan.

“Kita diberi mandat oleh rakyat untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah. Jadi, kita tidak boleh takut dengan masalah, kita tidak boleh takut dengan kesulitan, kita tidak boleh takut dengan kekurangan,” kata Prabowo.

Menurut Prabowo, berbagai persoalan seperti keterbatasan lapangan kerja, kemiskinan, hingga ketimpangan sosial merupakan tantangan yang harus dijawab melalui kebijakan pemerintah.

Prabowo mengatakan seluruh anggota kabinet dipilih untuk menghadirkan solusi atas persoalan tersebut, bukan sekadar mengelolanya tanpa penyelesaian yang nyata.

Ia juga mengungkapkan bahwa setelah memimpin pemerintahan, dirinya menemukan sejumlah persoalan yang skalanya jauh lebih besar dibandingkan perkiraan sebelumnya. Salah satunya adalah kebocoran ekonomi yang disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Meski menghadapi tantangan tersebut, Presiden menilai pemerintah telah menunjukkan perkembangan dalam menangani berbagai persoalan strategis selama 18 bulan masa pemerintahan.

Prabowo menekankan bahwa berbagai capaian yang telah diraih pemerintah perlu diakui sebagai bentuk penghargaan terhadap kerja keras seluruh jajaran Kabinet Merah Putih.

Menurut dia, sikap rendah hati tidak berarti menutup mata terhadap hasil yang telah dicapai. Sebaliknya, pengakuan atas keberhasilan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan diri sebagai bangsa.

“Tetapi, kalau kita berprestasi, kita harus akui bahwa kita berprestasi, tidak ada bangsa lain yang akan menghormati kita, kalau kita tidak menghormati bangsa kita sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA:  Hardiknas 2025, DPRD Dorong Pendidikan di Depok Lebih Berkarakter dan Berbudaya

Presiden juga mengingatkan bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghormati jasa para pahlawan serta menghargai setiap pencapaian yang berhasil diraih bersama.

Sidang Kabinet Paripurna pertengahan tahun digelar sebagai forum evaluasi pelaksanaan program pemerintah menjelang pidato kenegaraan Presiden pada Agustus 2026. Dalam forum tersebut, Prabowo turut memaparkan sejumlah perkembangan di sektor pangan, energi, dan perekonomian sebagai bagian dari evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih selama 18 bulan pemerintahan. ***