INDORAYATODAY.COM, KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menegaskan legalitas produk menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, produk yang memiliki izin resmi akan lebih mudah memperoleh kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar.

Ia mengatakan legalitas melalui perizinan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak lagi dapat dipandang sebagai sekadar pemenuhan administrasi, melainkan menjadi bagian penting dalam membangun daya saing produk.

“Legalitas produk bukan hanya menjadi syarat administratif, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi UMKM untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas pasar. Pemerintah Kota Bekasi akan terus hadir memberikan pendampingan agar pelaku UMKM semakin maju dan berdaya saing,” ujar Harris dalam keterangan yang dikutip pada Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, semakin banyak produk UMKM yang memiliki legalitas, semakin besar pula peluang pelaku usaha untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.

Harris menegaskan Pemerintah Kota Bekasi akan terus memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM, tidak hanya dalam proses pengurusan izin, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas produk agar memenuhi standar keamanan dan mutu.

Melalui pelatihan tersebut, para peserta memperoleh pembekalan mengenai tahapan pengurusan izin BPOM, mulai dari persyaratan administrasi hingga aspek teknis yang harus dipenuhi sebelum produk dipasarkan.

Menurut Harris, peningkatan kapasitas pelaku usaha perlu berjalan beriringan dengan penguatan legalitas agar UMKM memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang.

Pemerintah Kota Bekasi berharap upaya peningkatan legalitas produk dapat mendorong UMKM menghasilkan produk yang mampu bersaing di pasar regional, nasional, hingga internasional.

Untuk mendukung target tersebut, Pemkot Bekasi terus membangun ekosistem kewirausahaan melalui berbagai program pelatihan, pemberdayaan, dan pendampingan yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, serta komunitas UMKM.

BACA JUGA:  Bupati Bogor Rudy Susmanto Lantik 9.687 PPPK Paruh Waktu, Catatkan Rekor Terbesar Se-Indonesia

Harris menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi modal penting untuk mencetak lebih banyak pelaku usaha yang memiliki produk berkualitas, berizin resmi, dan mampu menjawab tuntutan pasar yang terus berkembang. ***