INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto membagikan dua prinsip yang menurutnya penting bagi seorang pemimpin dalam menjalankan pemerintahan: mencintai rakyat dan menggunakan akal sehat.

Prabowo menyampaikan hal tersebut dalam acara Peluncuran dan Bedah Buku Bahlil Lahadalia di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurut Prabowo, dua prinsip tersebut merupakan nasihat yang diperolehnya dari tokoh senior Ben Mboi. Ia menilai pesan tersebut sederhana, tetapi penting diterapkan dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Menjadi pemimpin sebetulnya tidak rumit. Ingat dua hal beliau sampaikan ke saya. Love your people, cintai rakyatmu. Gunakan akal sehat. Jadi kebijakan itu akal sehat,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan, kecintaan kepada rakyat dan penggunaan akal sehat harus menjadi dasar ketika pemerintah mengambil keputusan. Dengan prinsip tersebut, menurut dia, kebijakan yang dihasilkan akan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat sekaligus sesuai dengan kebutuhan nyata.

“Manakala keputusan yang kita ambil adalah didasari oleh cinta kepada rakyat dan akal sehat, kita tidak akan meleset. Hasilnya akan cepat kelihatan,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian mengaitkan prinsip tersebut dengan sejumlah kebijakan strategis pemerintah. Ia mencontohkan program hilirisasi serta upaya mencapai swasembada pangan sebagai kebijakan yang menurutnya berangkat dari pertimbangan rasional.

Khusus mengenai swasembada pangan, Prabowo menilai kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri merupakan persoalan mendasar bagi sebuah negara.

Menurutnya, ketahanan pangan berkaitan erat dengan stabilitas dan keamanan nasional. Karena itu, pemerintah perlu memastikan ketersediaan pangan sebagai salah satu bagian penting dalam pembangunan.

Selain mengutip nasihat Ben Mboi, Prabowo juga mengenang pesan mantan Gubernur Jawa Timur Muhammad Nur mengenai tugas seorang pemimpin.

“Prabowo, tugas pemimpin itu sebetulnya sederhana. Bekerja. Yen wong cilik iso gemuyu,” kata Prabowo menirukan pesan tersebut.

BACA JUGA:  Presiden Prabowo Subianto Kunjungi Yordania, Bahas Kerja Sama Bilateral

Ungkapan tersebut, menurut Prabowo, mengandung pesan agar pemimpin bekerja untuk membuat masyarakat kecil dapat kembali tersenyum dan memiliki optimisme dalam menjalani kehidupan.

Ia meyakini pendekatan kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan rakyat, disertai keputusan berdasarkan akal sehat dan kerja nyata, dapat menjaga arah pembangunan nasional tetap berada di jalur yang tepat.

Bagi Prabowo, prinsip tersebut menjadi pengingat bahwa kepemimpinan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan jabatan, tetapi juga tanggung jawab untuk memastikan kebijakan pemerintah memberikan manfaat bagi masyarakat.