INDORAYATODAY.COM, KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi mendukung kerja sama pengelolaan sampah dengan TNI AD, termasuk rencana mengolah timbunan sampah menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe seusai menandatangani perjanjian kerja sama pengelolaan sampah antara TNI AD dan pemerintah daerah di Aula Letjen TNI GPH Djati Kusumo, Markas Besar Angkatan Darat, Jakarta.

Penandatanganan dilakukan Harris bersama Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan disaksikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Dalam kegiatan tersebut, Zulhas menyampaikan pemerintah mulai mendorong pengolahan timbunan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) menjadi BBM. Program tersebut akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta TNI.

“Sebelumnya sampah diubah menjadi listrik, sekarang kita kerja sama lagi (sampah jadi BBM) atau energi terbarukan dengan TNI, teknologinya dari BRIN dan Dikti,” ujar Zulhas.

Berbeda dengan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau PSEL yang menggunakan sampah baru, teknologi pirolisis akan menyasar timbunan sampah lama yang telah menggunung di TPA.

Zulhas mencontohkan kondisi di Bantargebang. Timbunan sampah yang disebutnya mencapai ketinggian setara gedung 16 lantai akan menjadi salah satu sasaran pengolahan menggunakan teknologi tersebut.

“Kita sudah punya sampah yang menggunung, setinggi gedung 16 lantai. Seperti di Bantargebang. Itu sekarang yang pakai pirolisis. Tumpukan sampah yang tinggi-tinggi itu akan diolah menjadi BBM,” kata Zulhas.

Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) 2024 yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, sebanyak 22,17 juta ton sampah belum terkelola dengan baik. Lebih dari 54 persen di antaranya masih ditampung di TPA dengan sistem open dumping.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Supian Suri Ajak Warga Jadikan Idul Adha sebagai Momentum Pengabdian dan Kepedulian

Pemerintah juga memproyeksikan timbulan sampah nasional mencapai 146.780 ton per hari pada 2029. Untuk mengatasinya, pemerintah menyiapkan lima pendekatan teknologi, mulai dari pengolahan organik di sumber sampah, TPS-3R dan bank sampah, TPST RDF, pirolisis, hingga PSEL.

Harris menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurut dia, pemanfaatan teknologi untuk mengubah sampah menjadi energi terbarukan perlu berjalan beriringan dengan perubahan kebiasaan masyarakat.

“Berkolaborasi dengan memanfaatkan teknologi dalam pengelolaan sampah menjadi energi terbarukan tentunya kami sangat menyambut baik, dan ini juga harus dibarengi dengan pola kehidupan di masyarakat kita, dengan pemilahan sampah dari rumah tangga,” ujar Harris.

Ia mengajak masyarakat ikut berperan dalam pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Menurut Harris, kebiasaan memilah sampah di rumah menjadi bagian penting dari upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.

“Berkolaborasi untuk masa depan yang lebih baik, untuk generasi kita selanjutnya. Maka mari wariskan budaya pengelolaan sampah dengan sebijak mungkin,” katanya.