INDORAYATODAY.COM, KOTA BEKASI — Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe berencana berkantor di lingkungan RW mulai awal 2027 untuk mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat.
Harris mengatakan, pemerintah perlu hadir lebih dekat dengan warga agar persoalan di tingkat lingkungan dapat diketahui secara utuh.
“Kami ingin tahu persis apa yang dibutuhkan masyarakat di tingkat paling bawah. Karena RW merupakan tempat masyarakat mengadu,” kata Harris di Plaza Pemkot Bekasi, Senin (21/9/2026).
Menurut Harris, selama ini pemerintah mendapatkan informasi mengenai kondisi masyarakat antara lain melalui laporan dari jajaran kecamatan dan kelurahan.
Kehadiran di lingkungan RW nantinya diharapkan melengkapi informasi tersebut sekaligus membuka ruang komunikasi langsung dengan pengurus setempat.
“Dengan pengawasan langsung di RW ini, saya kira bagus. Selama ini kita hanya menerima laporan langsung dari camat dan lurah,” ujarnya.
Harris mengatakan setiap lingkungan dapat memiliki persoalan dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, dialog dengan pengurus RW menjadi bagian penting dalam agenda tersebut.
“Apa saja yang dirasa kurang pas atau apa yang perlu dilakukan. Jadi kita akan coba diskusi,” kata Harris.
Melalui pertemuan tersebut, berbagai persoalan yang selama ini disampaikan warga kepada pengurus RW dapat dibahas bersama pemerintah untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Agenda berkantor di RW juga akan digunakan Harris untuk melihat perkembangan program hibah Rp100 juta per RW.
Menurut dia, pemerintah perlu mengetahui kegiatan yang telah dijalankan menggunakan anggaran tersebut, termasuk kendala yang dihadapi pengurus lingkungan selama pelaksanaannya.
“Nantinya apa saja yang sudah dilakukan oleh para RW. Sekalian kita awasi,” ujar Harris.
Dengan turun ke lingkungan, Harris berharap dapat memperoleh gambaran mengenai realisasi program langsung dari pengurus RW, bukan semata berdasarkan laporan administratif.
Informasi tersebut sekaligus dapat menjadi bahan untuk mengetahui kebutuhan maupun persoalan yang muncul dalam pelaksanaan program di masing-masing wilayah.
Harris mengatakan dirinya akan berbagi wilayah dengan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto ketika agenda berkantor di RW mulai dilaksanakan.
Pembagian tersebut dilakukan mengingat jumlah RW di Kota Bekasi cukup banyak.
Dengan skema itu, Harris dan Tri dapat mendatangi wilayah yang berbeda sehingga jangkauan kegiatan lebih luas.
Adapun jadwal serta lokasi RW yang akan didatangi masih disusun oleh protokol Pemerintah Kota Bekasi.
Harris berharap pola tersebut membuat pemerintah semakin dekat dengan masyarakat sekaligus memperoleh informasi langsung mengenai persoalan yang membutuhkan penanganan di tingkat lingkungan.

Tinggalkan Balasan