DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyiapkan sejumlah strategi menghadapi overload Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.

Kondisi tersebut terjadi seiring meningkatnya jumlah penduduk dan volume sampah yang dihasilkan setiap hari.

TPA Cipayung telah beroperasi sejak 2014. Kini, kapasitasnya semakin terbatas menampung timbunan sampah dari seluruh wilayah Depok.

“Sekarang ini kondisi TPA Cipayung sudah dianggap overload. Jumlah penduduk Depok sekitar 2,2 juta jiwa,” kata Kepala DLHK Depok Reni Siti Nuraeni, dilansir dari situs resmi Pemkot Depok, Jumat (21/8/2026).

Menurut Reni, produksi sampah di Kota Depok saat ini mencapai sekitar 1.279 ton setiap hari.

DLHK Depok tidak hanya mengandalkan penanganan di hilir, tetapi juga menyiapkan strategi pengurangan sampah dari sumbernya.

Salah satu langkah utama ialah menyiapkan pembangunan Refuse Derived Fuel (RDF) Plant di kawasan TPA Cipayung.

“Strategi kita ke depan, di hilir kita akan membuat RDF Plant dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari,” ujarnya.

Fasilitas tersebut akan mengolah sampah, termasuk timbunan lama, menjadi bahan bakar alternatif berupa RDF.

Pembangunan RDF Plant direncanakan melalui kerja sama dengan pihak ketiga atau badan usaha.

DLHK juga menyiapkan skema kerja sama aglomerasi dengan Kabupaten Bogor untuk memperkuat pengelolaan sampah.

Kerja sama itu diarahkan ke kawasan Kayumanis, Bogor, yang memiliki kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari.

Dari kapasitas tersebut, sekitar 700 ton sampah per hari nantinya berasal dari Kota Depok.

Strategi tersebut menjadi langkah DLHK mengurangi ketergantungan terhadap pembuangan sampah sekaligus memperpanjang usia layanan TPA Cipayung.

Di sisi operasional, DLHK Depok juga melakukan peremajaan berbagai peralatan berat yang digunakan di TPA Cipayung.

BACA JUGA:  Sekretariat DPRD Depok Dorong ASN Lebih Disiplin dan Solid

Peremajaan alat menjadi bagian penting untuk menjaga keselamatan pekerja sekaligus mempercepat proses penanganan timbunan sampah.

“Kita juga melakukan peremajaan alat berat agar pekerjaannya lebih aman dan proses pengelolaan di TPA bisa berjalan lebih cepat,” kata Reni.