INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Pengendara yang melintas di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, perlu mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi demonstrasi pada Kamis (27/8/2026).

Aksi sejumlah kelompok masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan berlangsung di sekitar Gedung DPR/MPR RI. Peningkatan aktivitas kendaraan dan pergerakan massa berpotensi memicu antrean, terutama saat memasuki jam sibuk.

Sejumlah ruas yang perlu diwaspadai meliputi Jalan Gatot Subroto, Jalan Gerbang Pemuda, Jalan Palmerah Timur, Jalan Gelora, Jalan Asia Afrika, Jalan Tentara Pelajar, hingga kawasan Semanggi.

Pengendara yang biasa menggunakan jalur tersebut dapat mempertimbangkan rute lain untuk menghindari kepadatan. Waktu tempuh juga perlu diperhitungkan karena perjalanan melalui jalur alternatif berpotensi lebih panjang.

Bagi pengendara dari Jakarta Selatan menuju Jakarta Pusat, Jalan Gatot Subroto dapat dihindari dengan mengambil Jalan Prof Dr Satrio menuju kawasan Karet. Perjalanan kemudian dapat dilanjutkan melalui Jalan KH Mas Mansyur atau Jalan Jenderal Sudirman.

Sementara dari arah Slipi atau Palmerah menuju Senayan, pengendara dapat menggunakan Jalan S Parman menuju Tomang. Perjalanan kemudian bisa diteruskan melalui Jalan Kyai Caringin, Jalan Cideng, atau kawasan Tanah Abang menuju pusat kota.

Pengendara dari Kebayoran Baru dan Blok M menuju Senayan juga memiliki pilihan untuk menghindari Jalan Asia Afrika. Rute yang dapat digunakan yakni Jalan Pakubuwono, Jalan Hang Tuah, kemudian menuju kawasan Sudirman atau Permata Hijau.

Untuk perjalanan dari Jakarta Barat menuju kawasan SCBD dan Jakarta Selatan, pengendara dapat memilih Jalan Panjang, kemudian menuju Jalan Arteri Permata Hijau sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan Senopati atau Jalan Jenderal Sudirman.

Pengendara dari Jakarta Timur menuju Jakarta Barat dapat menggunakan Jalan MT Haryono, kemudian mengarah ke kawasan Rasuna Said dan Sudirman. Rute tersebut dapat menjadi pilihan untuk menghindari kepadatan di sekitar Semanggi dan Gatot Subroto.

BACA JUGA:  Publik Apresiasi Stabilitas Politik dan Hukum di Bawah Pemerintahan Prabowo

Selain menyiapkan rute alternatif, pengendara disarankan memantau kondisi lalu lintas sebelum berangkat dan memperhitungkan tambahan waktu perjalanan.

Rekayasa lalu lintas di sekitar Gedung DPR/MPR RI juga akan diterapkan secara situasional dengan menyesuaikan kondisi di lapangan. Karena itu, pengendara perlu mengikuti arahan petugas apabila terjadi pengalihan arus. ***