INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Menjelang Musyawarah Kota (Muskot) Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Kota Depok pada 20 September 2026, sejumlah klub berharap adanya perubahan untuk membangkitkan kembali kompetisi bola basket.
Penasihat Klub Gambit sekaligus salah satu inisiator Perbasi Depok, Hendra Fakthoni, menyampaikan bahwa salah satu keresahan utama klub saat ini adalah minimnya kompetisi resmi dalam dua tahun terakhir.
Menurut Hendra, kondisi tersebut berdampak terhadap semangat klub yang sebelumnya terus berkembang. Ia menyebut jumlah klub basket di Depok meningkat dari tujuh menjadi sekitar 22 klub, tetapi belum diiringi dengan kompetisi yang rutin.
“Yang pertama, kita sudah dua tahun ini kompetisi kejuaraan tidak pernah ada. Padahal dari awalnya tujuh klub sekarang berkembang menjadi 22 klub. Dengan adanya perubahan ini, kita ingin ada semangat baru,” ujar Hendra.
Ia mengatakan perubahan kepengurusan Perbasi Depok ke depan diharapkan tidak hanya berfokus pada kepentingan kelompok tertentu, tetapi mampu merangkul seluruh klub.
Hendra menilai setiap posisi dalam kepengurusan nantinya perlu diisi oleh orang-orang yang memiliki kemampuan, integritas, kemauan, serta program kerja yang jelas.
“Siapa pun bisa menduduki posisi itu selama punya kemampuan, integritas, kemauan, dan program. Jadi organisasi bisa langsung berjalan tanpa harus memulai semuanya dari awal,” katanya.
Dalam menghadapi Muskot Perbasi Depok, Hendra menyebut Drajat Karyoto menjadi salah satu figur yang dinilai memiliki kesiapan untuk membawa organisasi ke arah yang lebih baik.
Menurut dia, pengalaman Drajat yang berada di lingkungan pemerintahan menjadi salah satu pertimbangan karena organisasi olahraga juga membutuhkan komunikasi yang baik dengan berbagai pihak.
“Organisasi tidak bisa lepas dari dukungan pemerintah. Karena itu, diperlukan sosok yang memahami bagaimana berkomunikasi dengan birokrasi,” jelas Hendra.
Selain kemampuan membangun komunikasi, Hendra juga melihat adanya kemauan dan semangat perubahan dari Drajat Karyoto.
Menurutnya, sosok pemimpin organisasi olahraga perlu memiliki dorongan untuk bekerja dan memperbaiki kondisi yang ada.
“Yang penting orang itu punya keinginan dan kemauan. Bukan sekadar ambisi, tetapi ambisi untuk maju, bekerja, dan mengubah sesuatu menjadi lebih baik,” ujarnya.
Hendra menilai program utama yang perlu dikembalikan oleh Perbasi Depok adalah menghadirkan kompetisi yang rutin dan berkesinambungan.
Menurutnya, kompetisi menjadi dasar untuk membangun ekosistem basket, mulai dari peningkatan kualitas wasit, pelatih, hingga infrastruktur pendukung.
“Kompetisi akan menjadi barometer terhadap apa yang kita punya. Dari situ kita bisa melihat apa yang perlu diperbaiki, dan bonus akhirnya adalah prestasi,” kata Hendra.
Ia mengibaratkan klub sebagai fondasi utama organisasi. Karena itu, klub perlu diperkuat terlebih dahulu agar mampu berkembang dan menarik dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor.
“Kalau kompetisinya tidak ada, apa yang mau dijual kepada sponsor? Jadi klub harus sehat dulu, kompetisi berjalan dulu, baru stakeholder lain akan ikut mendukung,” tuturnya.
Muskot Perbasi Kota Depok rencananya akan digelar pada 20 September 2026. Dalam agenda tersebut, klub-klub akan menentukan arah kepengurusan Perbasi Depok untuk periode berikutnya. ***

Tinggalkan Balasan