INDORAYATODAY.COM, BOGOR – Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga masih dalam penanganan. Pemerintah Kota Bogor memperkuat upaya pemadaman dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Damkar IPB dan Pemkot Depok.

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengatakan penanganan kebakaran mendapat tambahan dukungan dari sejumlah instansi untuk mempercepat proses pemadaman dan pendinginan di lokasi.

“Sejak semalam penanganan lebih intens, ada bantuan dari Damkar IPB dan Damkar Pemkot Depok. Untuk itu, terima kasih kepada Rektor IPB dan Wali Kota Depok,” ujar Dedie usai Rapat Paripurna DPRD Kota Bogor, Sabtu (12/9/2026).

Dedie mengatakan Pemkot Bogor terus menambah kekuatan personel dan peralatan untuk menangani kebakaran yang terjadi pada tumpukan sampah di TPAS Galuga.

Saat ini, total potensi kekuatan yang dikerahkan mencapai sekitar 400 personel dari berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, instansi pemerintah, hingga unsur keamanan.

Dukungan tersebut berasal dari Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Bogor, Perumda Tirta Pakuan, Pemerintah Kabupaten Bogor, Korem 061/Suryakancana, serta unsur lainnya.

“Total potensi yang kita miliki 400 personel dari berbagai elemen. Dukungan yang cukup banyak juga datang dari Pemkab Bogor, mengingat lokasi kejadian ada di daerah Kabupaten Bogor,” kata Dedie.

Menurutnya, kolaborasi antarwilayah menjadi hal penting karena lokasi TPAS Galuga berada di wilayah Kabupaten Bogor, namun memiliki keterkaitan dengan aktivitas pelayanan persampahan Kota Bogor.

Selain mengandalkan pemadaman darat, Pemkot Bogor masih menunggu peluang pelaksanaan pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing.

Sebelumnya, upaya tersebut telah dilakukan oleh Lanud Atang Sendjaja. Namun, pelaksanaan berikutnya masih terkendala kondisi cuaca.

Dedie menjelaskan faktor cuaca menjadi pertimbangan penting dalam menentukan efektivitas dan keamanan operasi pemadaman udara.

BACA JUGA:  Wali Kota Depok Supian Suri Titip Pesan ke Warga Tugu: Jangan Ada Anak Putus Sekolah

Pemkot Bogor juga membuka peluang penggunaan teknologi rekayasa cuaca untuk membantu proses penanganan kebakaran TPAS Galuga.

Koordinasi dilakukan bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk melihat kemungkinan dukungan teknologi, logistik, maupun tambahan sumber daya.

Dedie menilai kebakaran di TPAS Galuga membutuhkan penanganan khusus karena melibatkan tumpukan sampah yang telah menahun, terlebih kondisi musim kemarau membuat proses pemadaman menjadi lebih kompleks.

“Salah satu cara yang paling efektif adalah turunnya hujan, untuk itu kita sedang mempersiapkan pelaksanaan salat Istisqa dan memohon kepada Allah SWT memberikan hujan untuk membantu pemadaman di TPAS Galuga,” pungkasnya.