INDORAYATODAY.COM – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia telah mengalami transformasi signifikan di sektor pangan. Negara yang selama bertahun-tahun bergantung pada impor komoditas utama kini mampu mengubah posisi menjadi eksportir pangan.

Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat menghadiri sesi KTT BRICS 2026 bertema “Resilience, Innovation, Cooperation, and Sustainability: Shaping the Future for Inclusive Global Growth” di New Delhi, India.

Di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS, Prabowo membeberkan pencapaian Indonesia yang berhasil menggenjot produksi domestik secara masif.

“Indonesia selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu importir biji-bijian, beras, dan jagung terbesar. Namun sekarang, kita adalah eksportir dan siap meningkatkan dukungan pangan bagi seluruh dunia,” ujar Prabowo, Selasa (15/9/2026).

Prabowo menilai keberhasilan transformasi ini menjadi pijakan kuat bagi Indonesia untuk memperkuat ekosistem ekonomi hijau serta meningkatkan posisi tawar nasional dalam rantai nilai global (global supply chain).

Lebih lanjut, Kepala Negara menyebut bahwa anggota BRICS memiliki potensi sumber daya dan kapasitas produksi luar biasa yang saling melengkapi jika dihubungkan secara optimal.

“Tugas kita adalah mengoptimalkan dan menghubungkan potensi ini agar menjadi sumber nilai ekonomi yang lebih besar bagi kita semua. Mari kita berindustrialisasi bersama,” tegas Prabowo.

Melalui forum KTT BRICS 2026 ini, Presiden Prabowo berharap negara-negara anggota dapat mempererat kolaborasi konkret di bidang rantai pasok dan industri pangan.

Pemerintah Indonesia optimistis kerja sama multilateral yang inklusif ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu lumbung pangan utama yang berkontribusi aktif menjaga kestabilan krisis pangan dunia.

BACA JUGA:  Hormati Jasa Pejuang, Pemkot Depok Salurkan Tali Asih ke Janda dan Keluarga Veteran