INDORAYATODAY.COM – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) melaporkan perkembangan program Sekolah Rakyat dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta.

Hingga saat ini, Sekolah Rakyat telah beroperasi di 182 titik dengan menjangkau lebih dari 44.000 siswa di seluruh Indonesia.

Gus Ipul mengungkapkan, dari total lokasi yang ada, lebih dari 90 titik di antaranya sudah menggunakan fasilitas bangunan permanen.

“Kami melaporkan perkembangan Sekolah Rakyat yang kini beroperasi di 182 titik. Sebanyak 90 titik lebih sudah menggunakan gedung permanen, dengan jumlah peserta didik mencapai lebih dari 44.000 siswa,” kata Gus Ipul dalam keterangan resminya, Kamis (24/9/2026).

Gus Ipul menjelaskan, Kementerian Sosial terus melakukan konsolidasi guna memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) serta melengkapi sarana dan prasarana penunjang. Kendati masih terdapat sejumlah kekurangan, kegiatan belajar mengajar dipastikan tetap berjalan kondusif.

“Konsolidasi terus kita lakukan untuk memenuhi dukungan sarana maupun SDM. Secara umum, seluruh proses pembelajaran berjalan dengan baik,” jelasnya.

Gus Ipul menuturkan, peserta didik di Sekolah Rakyat merupakan anak-anak dari latar belakang keluarga rentan yang membutuhkan perhatian khusus.

Sebagian di antaranya sempat putus sekolah selama beberapa tahun, bekerja di bawah umur, hingga memerlukan proses rehabilitasi sosial sebelum mengikuti kegiatan belajar secara efektif.

“Anak-anak yang menimba ilmu di sini adalah anak-anak istimewa dari keluarga rentan dengan latar belakang yang sangat beragam,” tuturnya.

Selain membahas laporan Sekolah Rakyat, rapat terbatas tersebut juga mengulas agenda strategis perluasan layanan pendidikan gratis di sekolah negeri—mulai dari jenjang TK, sekolah dasar, hingga madrasah negeri—serta peningkatan kompetensi guru.

Terkait skema pembebasan biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), pemerintah saat ini tengah mengalkulasi kebutuhan anggaran melalui tim khusus yang dipimpin Menko PMK Pratikno sebelum mengeksekusi kebijakan tersebut.

BACA JUGA:  Orasi Empat Bahasa Siswa Sekolah Rakyat Bikin Presiden Prabowo Terkesima, Ternyata Berlatar Belakang Anak OB dan Ojol

Rapat terbatas ini turut dihadiri oleh Menko PMK Pratikno, Mendiktisaintek Brian Yuliarto, Mendikdasmen Abdul Mu’ti, Menag Nasaruddin Umar, Menkeu Suahasil Nazara, Mendagri Tito Karnavian, serta Menpan RB Rini Widyantini.