INDORAYATODAY.COM, JAKARTA — Menteri Keuangan Suahasil Nazara menilai perekonomian Indonesia masih cukup baik dan memiliki ketahanan, ditopang pertumbuhan 5,45 persen serta inflasi 3,19 persen.
Pernyataan itu disampaikan Suahasil seusai mengikuti pertemuan dengan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan sejumlah pemangku kebijakan ekonomi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (24/9/2026).
Suahasil mengatakan pemerintah masih menunggu realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026 untuk melihat perkembangan ekonomi berikutnya.
“Tapi kondisi ekonomi kita cukup baik, kita cukup resilient dan kita lihat pertumbuhan ekonomi tetap di 5,45 persen. Kita tunggu pertumbuhan ekonomi kuartal III,” kata Suahasil.
Angka 5,45 persen yang disampaikan Suahasil merujuk pada pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang semester I 2026 secara tahunan.
Selain pertumbuhan ekonomi, Suahasil menyoroti kondisi inflasi yang menurutnya masih relatif kondusif.
Inflasi disebut berada pada level 3,19 persen. Kondisi tersebut bersama capaian pertumbuhan ekonomi akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam mengelola kebijakan ekonomi ke depan.
“Inflasi juga cukup kondusif di 3,19 persen. Ini adalah dasar kita untuk mengelola ekonomi kita terus ke depan,” ujarnya.
Suahasil belum memerinci kebijakan baru yang mungkin diambil setelah pertemuan tersebut.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya kebijakan yang tengah disiapkan, ia hanya mengatakan pembahasan mengenai kondisi ekonomi akan dilanjutkan.
Pertemuan di Kompleks Parlemen itu mempertemukan sejumlah pejabat yang berkaitan dengan kebijakan ekonomi dan keuangan nasional.
Selain Suahasil dan Dasco, hadir Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, serta Chief Operating Officer BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria.
Suahasil mengatakan pembicaraan dalam pertemuan tersebut mencakup kondisi ekonomi secara umum.
“Ekonomi secara umum, kita lihat kondisi ekonomi,” katanya.
Sementara Dasco menjelaskan pertemuan membahas perkembangan ekonomi dan keuangan nasional serta sejumlah dinamika yang membutuhkan perhatian bersama.
Menurut Dasco, masing-masing lembaga tetap menjalankan kewenangannya. Namun, komunikasi diperlukan agar arah kebijakan ekonomi dapat saling mendukung tanpa mengurangi independensi dan tanggung jawab setiap institusi.
Dasco menilai koordinasi menjadi penting karena kebijakan fiskal, moneter, sektor jasa keuangan hingga pengelolaan investasi negara saling berkaitan.
“Yang perlu kita bangun adalah komunikasi yang semakin kuat. Setiap lembaga tetap menjalankan kewenangannya, tetapi arah kebijakan perlu saling mendukung dan setiap keputusan tetap dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” kata Dasco.
DPR, menurut dia, akan menjalankan fungsi kelembagaan untuk memastikan komunikasi antarlembaga tetap berjalan sehingga kebijakan strategis dapat dilaksanakan secara efektif dan akuntabel.
Pertemuan tersebut belum menghasilkan pengumuman mengenai kebijakan ekonomi baru. Pemerintah masih menunggu perkembangan sejumlah indikator berikutnya, termasuk pertumbuhan ekonomi kuartal III 2026. ***

Tinggalkan Balasan