INDORAYATODAY.COM, DEPOK — Komisi I DPRD Jawa Barat berencana mendatangi Rutan Kelas I Depok menyusul terungkapnya video yang dinarasikan memperlihatkan dugaan penggunaan narkoba oleh warga binaan.

Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Pradi Supriatna mengatakan persoalan tersebut menjadi keprihatinan karena lembaga pemasyarakatan seharusnya menjadi tempat pembinaan.

“Ini menjadi keprihatinan buat kita tentunya. Di tengah lembaga pemasyarakatan tujuannya justru untuk membuat jauh lebih baik, kepribadian, karakter, terus juga mungkin bisa ada kemampuan-kemampuan lain yang bisa ditunjukkan, tapi ternyata malah kita kecolongan,” kata Pradi.

Menurut Pradi, dugaan pelanggaran yang terjadi perlu diinvestigasi oleh instansi terkait sebelum langkah lanjutan ditentukan.

“Terus terang kami tidak mentolerir. Nanti terkait dengan hal ini kita serahkan tentu dengan instansi terkait untuk coba diinvestigasi,” ujarnya.

Pradi mengatakan Komisi I DPRD Jawa Barat berencana mendatangi lokasi dalam waktu dekat untuk melihat persoalan tersebut.

“Dalam waktu dekat tentu kami juga dari Komisi I Provinsi Jawa Barat akan ke lokasi yang sempat diduga ada hal-hal yang demikian,” kata Pradi.

Ia menilai evaluasi terhadap Rutan Depok harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada satu aspek.

Menurut dia, fasilitas, sumber daya manusia (SDM), hingga akses keluar-masuk rutan perlu menjadi bagian dari evaluasi.

“Kalau apa saja, ya tentu menyeluruh. Menyeluruh dari fasilitas, dari SDM yang ada, termasuk juga tentu akses-akses keluar masuk di dalamnya. Nah, ini harus kita evaluasi,” ujarnya.

Pradi juga meminta dilakukan penelaahan untuk mengetahui bagaimana barang yang dilarang dapat diduga masuk ke dalam rutan.

“Ini betul-betul ditelaah, dicermati, dilihat, dikaji, dan bisa dilihat kenapa bisa demikian,” katanya.

Kasus tersebut mencuat setelah video yang dinarasikan memperlihatkan warga binaan diduga menggunakan sabu beredar di media sosial pada Sabtu (3/10/2026).

BACA JUGA:  Koalisi Solid, Nama Supian-Chandra Bergema di Musda PAN Depok

Kepala Rutan Kelas I Depok Ario Galih Maduseno kemudian menyatakan hasil pemeriksaan awal memastikan lokasi dalam video berada di Rutan Depok.

Pihak rutan juga menemukan indikasi adanya petugas yang diduga membantu memfasilitasi masuknya barang terlarang. Untuk sementara, dua petugas disebut masuk dalam pemeriksaan.

Kasus ini menjadi perhatian karena Rutan Depok sebelumnya menggelar razia gabungan pada 23 September 2026 dengan hasil yang dinyatakan nihil handphone, senjata tajam, dan narkoba.

Menanggapi kondisi tersebut, Pradi memilih menunggu hasil investigasi sebelum menarik kesimpulan.

“Kita lihat hasil investigasi dari tim terkait, kesimpulannya seperti apa. Baru kita mungkin bisa simpulkan dan ambil langkah-langkah strategis untuk kita cari solusi terbaik untuk lapas-lapas yang ada, terutama di wilayah kita,” ujar Pradi.