INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Wafatnya ulama kharismatik KH Syukron Makmun meninggalkan kesan mendalam bagi mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy. Ia mengenang pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman itu sebagai sosok yang tidak hanya aktif berdakwah, tetapi juga berperan mempererat hubungan antarulama dan habaib.
Syukron Makmun meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026), sekitar pukul 09.00 WIB. Ulama yang dikenal dengan julukan Singa Podium tersebut tutup usia pada 84 tahun.
Romahurmuziy atau Rommy mengatakan, salah satu kiprah penting almarhum adalah memimpin Forum Ulama dan Habaib (FUHAB), yang menjadi wadah untuk membangun kebersamaan di antara para pendakwah.
“Almarhum memiliki forum pengajian rutin setiap tahun di Singapura, Malaysia, dan Brunei. Almarhum adalah juga Ketua FUHAB (Forum Ulama dan Habaib), yang menjadikannya sebagai penggiat persatuan lintas muballigh dan para habib,” ujar Rommy dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).
Bagi Rommy, Syukron Makmun bukan sekadar tokoh agama yang dikenal melalui ceramahnya. Almarhum juga menjadi salah satu ulama yang kerap dimintai pandangan ketika dirinya menghadapi persoalan penting.
Rommy mengaku beberapa kali berkonsultasi dengan Syukron, termasuk saat harus mengambil keputusan politik yang berkaitan dengan pemilihan presiden, pemilihan kepala daerah, hingga persoalan keagamaan di Jakarta.
Kedekatan tersebut, menurutnya, memperlihatkan luasnya pengalaman Syukron dalam memahami persoalan masyarakat, termasuk dinamika politik nasional.
Rommy terakhir kali menghadiri undangan Syukron dalam peringatan 50 tahun Pondok Pesantren Daarul Rahman yang diselenggarakan di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, pada 25 Oktober 2025.
“Terakhir saya menghadiri undangan almarhum pada peringatan 50 tahun Darul Rahman yang digelar pada 25 Oktober 2025 di SICC, Sentul,” katanya.
Syukron Makmun dikenal sebagai pendakwah dengan kemampuan orasi yang kuat sehingga mendapat julukan Singa Podium.
Rommy menyebut almarhum sebagai ulama berlatar pendidikan pesantren yang mampu menyampaikan dakwah kepada berbagai kalangan.
Kiprahnya tidak terbatas di Indonesia. Syukron juga memiliki kegiatan pengajian rutin di sejumlah negara Asia Tenggara, antara lain Singapura, Malaysia, dan Brunei Darussalam.
Di bidang pendidikan, Syukron mengembangkan Pondok Pesantren Daarul Rahman yang telah berdiri sejak 1975. Rommy menyebut pesantren tersebut telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang.
Setelah meninggal dunia, jenazah Syukron Makmun dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jakarta, seusai salat zuhur pada Minggu (18/10/2026).

Tinggalkan Balasan