INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia dakwah Indonesia. Ulama kharismatik Prof KH Syukron Makmun, yang dikenal dengan julukan Singa Podium, meninggal dunia pada Minggu (18/10/2026), dalam usia 84 tahun.

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman Jakarta itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta, setelah menjalani perawatan akibat gangguan jantung sejak pekan lalu.

Jenazah almarhum disalatkan setelah salat zuhur sebelum dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Kepergian Syukron Makmun menjadi kabar duka bagi kalangan pesantren dan masyarakat yang mengenalnya melalui ceramah-ceramah agama.

Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai pendakwah dengan gaya penyampaian yang tegas, lantang, dan mampu menarik perhatian jemaah dari berbagai kalangan.

Julukan Singa Podium melekat pada Syukron Makmun berkat kepiawaiannya menyampaikan ceramah dan berpidato di hadapan masyarakat.

Kemampuan tersebut telah dikenal sejak usianya belum genap 30 tahun. Ketika itu, ia aktif berdakwah di berbagai daerah di Jawa Timur, antara lain Madiun, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, dan Magetan.

Syukron lahir di Sampang, Madura, pada 21 Desember 1941. Ia tumbuh dalam keluarga yang memiliki tradisi pendidikan agama yang kuat.

Ayah, ibu, dan kakeknya merupakan kiai serta guru mengaji. Lingkungan keluarga tersebut turut membentuk kecintaannya terhadap ilmu agama sejak kecil.

Pendidikan keagamaannya kemudian ditempuh di Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, hingga lulus pada 1967.

Setelah menetap di Jakarta, Syukron melanjutkan pendalaman ilmu agama kepada sejumlah ulama, termasuk Habib Ali bin Husein di Bungur dan Habib Abdurrahman Al-Habsyi.

Selain mengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, Syukron Makmun aktif mengajar di perguruan tinggi dan mengisi berbagai majelis taklim di Jakarta.

BACA JUGA:  Menbud: Indonesian Wave Sebagai Kekuatan Budaya Nasional di Kancah Dunia

Kiprahnya sebagai pendakwah juga membawanya berkeliling ke berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatra, Kalimantan, hingga Maluku.

Tidak hanya di dalam negeri, Syukron turut menyampaikan dakwah di sejumlah negara Asia Tenggara, seperti Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam.

Perjalanan panjang tersebut menjadikan Syukron Makmun dikenal luas sebagai salah satu ulama yang mengabdikan hidupnya untuk pendidikan Islam dan dakwah.

Kini, sosok Singa Podium itu telah berpulang, meninggalkan jejak pengabdian melalui pesantren, pengajaran, dan ceramah agama yang disampaikannya selama puluhan tahun.