DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Praktik penyelundupan benih lobster bernilai fantastis terbongkar di Cinere, Kota Depok. Nilai transaksi ilegal itu ditaksir mencapai Rp280 miliar.
Pengungkapan tersebut membuka dugaan bisnis gelap lintas negara yang telah beroperasi puluhan kali.
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol Moh Irhamni mengungkapkan, lokasi di Cinere menjadi tempat transit sekaligus pengemasan ulang benih lobster sebelum dikirim ke luar negeri.
“Ini adalah TKP akhir sebelum mereka melakukan penyelundupan ke luar negeri,” kata Irhamni saat memberikan keterangan pers di Depok, Rabu (21/10/2026) malam.
Menurut hasil penyidikan, benih lobster tersebut berasal dari wilayah Pangandaran, Jawa Barat. Barang ilegal itu kemudian dibawa ke Cinere untuk disimpan sementara dan dikemas ulang.
Polisi mengungkap, aktivitas tersebut diduga telah berlangsung selama empat bulan. Dalam periode itu, para pelaku disebut melakukan penyelundupan sebanyak 40 kali.
Jumlah benih lobster yang dikirim diperkirakan mencapai 3,5 juta ekor. Angka tersebut membuat nilai bisnis ilegal ini menembus ratusan miliar rupiah.
“Dari total 40 kali tersebut dengan jumlah kurang lebih 3,5 juta. Kalau dirupiahkan hari ini Rp80.000, total adalah Rp280 miliar,” ujar Irhamni.
Nilai fantastis itu menjadi sorotan karena benih lobster merupakan sumber daya perikanan bernilai ekonomi tinggi. Praktik penyelundupan berpotensi merugikan negara dan menghilangkan peluang pemanfaatan sumber daya tersebut bagi masyarakat.
Dalam pengungkapan ini, polisi menyebut sejumlah tersangka berinisial IPL, FLY, DN, dan IB. Peran masing-masing perlu merujuk pada hasil penyidikan kepolisian.
Dari Cinere, benih lobster diduga disiapkan untuk dikirim melalui sejumlah jalur. Pengiriman udara diarahkan menuju Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan jalur darat melewati Sumatra sebelum berlanjut ke sejumlah negara.
Rute yang diungkap polisi mencakup Malaysia, Singapura, Kamboja, hingga Vietnam. Pola pengiriman lintas wilayah dan negara itu menunjukkan kompleksitas jaringan yang sedang dibongkar.
Irhamni menegaskan, pengungkapan tersebut tidak lepas dari informasi masyarakat dan kerja keras penyidik. Laporan warga membantu aparat bergerak sebelum benih lobster ilegal diberangkatkan ke luar negeri.
“Ini adalah kejahatan transnasional crime yang sangat luar biasa,” tegas Irhamni.

Tinggalkan Balasan