INDORAYATODAY.COM — Angkatan Darat Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel terkait potensi meningkatnya konfrontasi militer di kawasan Timur Tengah.
Juru Bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menegaskan bahwa jika Presiden AS Donald Trump kembali mengambil langkah militer, perang berisiko meluas ke area geografis yang lebih jauh.
“Jika presiden AS sekali lagi memulai petualangan militer di kawasan ini di bawah tekanan dan bujukan Zionis, kobaran perang tidak diragukan lagi akan meluas ke wilayah geografis yang jauh lebih luas,” ujar Akraminia melalui akun resminya di platform X, Sabtu (31/10/2026).
“Dan akhir dari konflik tersebut tidak akan berada di tangannya (Trump),” tegasnya memperingatkan.
Akraminia menyoroti rekam jejak diplomasi Washington yang dinilainya tidak konsisten. Ia memastikan Angkatan Bersenjata Iran terus meningkatkan kesiapsiagaan tempur serta memantau secara ketat pergerakan serta pergeseran alutsista militer AS di kawasan Teluk.
Ketegangan di Timur Tengah belum menunjukkan tanda-tanda mereda pascaserangan militer yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu, yang langsung memicu serangkaian aksi balasan dari Teheran.
Meski kedua belah pihak sempat menandatangani nota kesepahaman diplomatik pada Juni 2026, eskalasi keamanan di Selat Hormuz serta kejelasan pengaturan jalur pelayaran internasional hingga kini masih dipenuhi dinamika risiko yang tinggi.

Tinggalkan Balasan