DEPOK, INDORAYA TODAY – Tingkat kemiskinan di Kota Depok menunjukkan tren positif pada tahun 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok menunjukkan adanya penurunan persentase penduduk miskin jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan rilis BPS Kota Depok pada 27 Oktober 2025, persentase penduduk miskin Kota Depok pada Maret 2025 tercatat sebesar 2,31 persen. Angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen poin dari tahun 2024.

Penurunan persentase ini menandakan bahwa upaya pengentasan kemiskinan di Kota Depok mulai membuahkan hasil, meskipun perubahannya tidak drastis.

Selain persentase, BPS juga merilis indikator lain yang menunjukkan perbaikan kondisi penduduk miskin di Kota Depok. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1), yang mengukur rata-rata kesenjangan pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan, mengalami penurunan.

Pada tahun 2025, P1 Depok turun dari 0,34 menjadi 0,31.

“Hal ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin Kota Depok saat ini sedikit lebih mendekat ke garis kemiskinan,” tulis BPS Depok dalam laporannya. Ini berarti, secara rata-rata, kesulitan masyarakat miskin untuk mencapai batas kemakmuran dasar sedikit berkurang.

Meskipun demikian, indikator Indeks Keparahan Kemiskinan (P2), yang mengukur ketimpangan pengeluaran di antara sesama penduduk miskin, tetap stagnan. P2 Depok tercatat 0,07 atau tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun 2024, yang mengisyaratkan ketimpangan di kelompok penduduk miskin masih sama.

Untuk Maret 2025, Garis Kemiskinan di Kota Depok tercatat sebesar Rp884.663/kapita/bulan. Angka ini menjadi batas pengeluaran minimum yang harus dipenuhi untuk menghindari kategori miskin.

Sementara itu, meskipun persentase kemiskinan menurun, jumlah absolut penduduk miskin Depok justru mengalami sedikit kenaikan. BPS mencatat jumlah penduduk miskin pada 2025 mencapai 63,45 ribu orang, bertambah 0,85 ribu orang jika dibandingkan dengan tahun 2024.

BACA JUGA:  DPRD Depok Didorong Jadi Teladan Integritas, KPK Gelar Bimtek Keluarga Antikorupsi

Kenaikan jumlah absolut ini perlu dianalisis lebih lanjut, kemungkinan dipengaruhi oleh dinamika pertumbuhan populasi di Kota Depok.