INDORAYATODAY.COM — Pelatihan bagi para pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Bogor memasuki sesi pamungkas tahun 2025. Pembekalan ini digelar untuk memperkuat kapasitas koperasi di tingkat kelurahan agar berfungsi optimal dalam pengembangan ekonomi masyarakat.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin menjelaskan, pengawas dan bendahara memiliki posisi krusial dalam memastikan koperasi berjalan efektif dan akuntabel.

“Materinya mungkin sama, tetapi pengawas dan bendahara memiliki posisi yang strategis dan penting,” ujar Jenal saat acara KKMP yang dihadiri 68 kelurahan di Kota Bogor.

Jenal menekankan agar para lurah yang berperan sebagai pengawas koperasi mampu mengaitkan program KKMP dengan potensi pembangunan di wilayahnya masing-masing. Ia menyoroti pentingnya optimalisasi musyawarah pembangunan kelurahan (Musbangkel).

“Musbangkel itu penting untuk menggali potensi kelurahan yang bisa disinergikan dengan koperasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wawali Jenal juga menyoroti perlunya kerja sama antara KKMP dan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurutnya, meskipun saat ini kolaborasi tersebut belum terbentuk, sinergi ini sangat penting ke depannya.

“Kendalanya karena koperasi yang baru dibentuk harus merajut komunikasi terlebih dahulu. Tapi ke depan sinergi dengan MBG sangat penting,” jelasnya.

Jenal kembali mengingatkan agar koperasi tidak berhenti pada seremoni pembentukan saja. KKMP, tegasnya, harus benar-benar menjadi wadah masyarakat di setiap kelurahan untuk terlibat dalam pertumbuhan ekonomi wilayahnya. Ia berharap pembekalan terakhir ini menjadi momentum untuk memperkuat arah gerak koperasi di Kota Bogor.

BACA JUGA:  Wawali Bekasi Abdul Harris Bobihoe Ingatkan Wisudawan INSIDA Siap Hadapi Tantangan Global