INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kabupaten Bogor terus tancap gas dalam menjaga ekosistem lingkungan. Di bawah komando Pj Bupati Rudy Susmanto, percepatan pembangunan hutan kota kini telah mencapai luas 156,44 hektare dengan total 45.152 pohon yang tertanam hanya dalam kurun waktu empat bulan.

Langkah masif ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Bupati Nomor: 100.4.4.2/910-DLH tentang Percepatan Program Penanaman Pohon Satu Hektar Hutan Kota di Setiap Kecamatan yang diteken pada akhir Desember 2025 lalu.

Tak sekadar proyek sesaat, Pemkab Bogor juga menggulirkan gerakan rutin bertajuk “Selasa Menanam”. Program ini memastikan aksi penghijauan dilakukan secara konsisten setiap pekan untuk terus menambah luasan hutan kota secara berkelanjutan.

Kebijakan hijau ini disebut sebagai respons nyata terhadap tantangan perubahan iklim serta upaya memperkuat ketahanan lingkungan di Bumi Tegar Beriman. Selain itu, program ini menjadi instrumen penting dalam pengendalian emisi karbon sesuai mandat regulasi pusat.

Dalam eksekusinya, Rudy Susmanto menunjuk Sekretaris Daerah sebagai koordinator utama, sementara Dinas Lingkungan Hidup (DLH) bertindak sebagai pendamping teknis dan evaluator di lapangan. Adapun para camat memiliki tanggung jawab krusial untuk menyediakan lahan minimal satu hektare di wilayah masing-masing.

“Para camat juga diharapkan mampu menggalang dukungan pendanaan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR/TJSL),” demikian bunyi instruksi tersebut.

Puncak dari aksi penghijauan ini dijadwalkan bakal digelar secara serentak se-Kabupaten Bogor pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Adapun jenis pohon yang dipilih mencakup pohon cepat tumbuh, tanaman endemik, hingga pohon yang memiliki nilai ekonomi dan konservasi.

Pj Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan bahwa pemenuhan target minimal satu hektare hutan kota per kecamatan adalah harga mati, bahkan ia mendorong agar luasan tersebut bisa ditambah.

BACA JUGA:  Gebyar Pelayanan Publik Sambut HUT RI Ke-80, Bupati Bogor Jaring Aspirasi Warga

“Jika lebih dari satu hektare, tentu sangat baik. Sementara untuk desa atau kelurahan, minimal harus memiliki kawasan hijau sebagai bagian dari penguatan lingkungan,” ujar Rudy.

Rudy menekankan bahwa gerakan menanam pohon ini merupakan investasi jangka panjang bagi generasi mendatang. Ia berpesan agar masyarakat menjaga bumi yang hanya satu ini dimulai dari lingkungan terdekat.

“Apa yang kita tanam hari ini bukan sekadar untuk diri kita, tetapi untuk anak cucu kita. Kita mulai dari tanah yang kita pijak, Kabupaten Bogor, untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.