INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kualitas skenario merupakan instrumen krusial dalam memajukan industri perfilman Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya dalam acara Penghargaan Kompetisi Skenario SINEMA 2026 di Jakarta, Senin (20/4/2026).

Fadli menyoroti bahwa keterbatasan naskah yang kuat sering kali menjadi hambatan (bottleneck) bagi lahirnya film-film hebat di tanah air. Menurutnya, naskah yang berkualitas tidak hanya memaksimalkan potensi aktor, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam mengangkat nilai-nilai budaya kepada penonton.

“Skenario yang bagus adalah awal dari film yang hebat. Tantangan terbesar, terutama untuk film bertema sejarah, adalah kualitas naskah agar karya tersebut mampu bertahan lama di bioskop,” ujar Fadli.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan mendorong para sineas untuk lebih berani mengeksplorasi genre di luar horor.

Dia menekankan pentingnya kehadiran naskah berkualitas di bidang: Sejarah dan perjuangan pahlawan.Kebudayaan dan tradisi lisan. Cerita anak-anak.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat eksistensi Indonesia di kancah global melalui festival internasional sekaligus menjadi pilar penting dalam ekonomi budaya nasional.

Sebagai upaya nyata, Kementerian Kebudayaan menggelar program “Kompetisi Skenario SINEMA 2026”. Program ini difokuskan pada tema kepahlawanan untuk menggali bakat talenta lokal dalam menyajikan narasi berkualitas.

Fadli berharap, film dapat menjadi media yang paling efektif untuk memperkenalkan identitas bangsa kepada dunia, mengingat film merangkum berbagai unsur ekspresi budaya mulai dari musik, bahasa, kuliner, hingga fesyen.

“Ke depan, kita ingin generasi muda mengenal sejarah dan budaya tidak hanya dari buku, tapi juga melalui karya film yang menampilkan perjuangan pahlawan bangsa,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Menbud: Tarif Royalti Musik Terjangkau, Jangan Memberatkan Pengusaha Kafe