DEPOK, INDORAYA TODAY – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kesehatan terus memperkuat layanan dasar kesehatan masyarakat dengan menambah fasilitas Puskesmas secara bertahap. Hingga saat ini, tercatat sudah ada 39 Puskesmas yang beroperasi di berbagai wilayah Kota Depok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Devi Mayori, menyampaikan bahwa penambahan fasilitas kesehatan tersebut dilakukan berdasarkan kajian mendalam, mulai dari jumlah penduduk hingga angka prevalensi penyakit di masing-masing wilayah.

“Nanti kita akan evaluasi dikaitkan dengan jumlah penduduk. Kita juga sudah punya pemetaan, roadmap pembangunan dan rehabilitasi Puskesmas. Kita pakai konsultan, Profesor Tias, untuk menentukan kebutuhan riil di lapangan,” ujar Devi Mayori, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 terdapat satu Puskesmas yang dibangun, yakni Puskesmas Bedahan. Sementara untuk tahun 2026, pemerintah kota telah merencanakan penambahan dua Puskesmas baru di wilayah Leuwinanggung dan Pancoran Mas.

“Kalau tahun ini ada dua rencana pembangunan, Leuwinanggung dan Pancoran Mas. Dengan tambahan itu, total Puskesmas di Depok menjadi 41 unit,” jelasnya.

Menurut Devi, seluruh perencanaan pembangunan Puskesmas dilakukan berbasis data, sehingga distribusi layanan kesehatan dapat lebih merata dan tepat sasaran, termasuk menjawab kebutuhan wilayah padat penduduk.

“Semua berdasarkan kajian, disesuaikan dengan jumlah penduduk dan angka-angka prevalensi sakit. Jadi tidak asal bangun, tapi benar-benar kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Terkait wilayah yang masih belum terlayani optimal, seperti di beberapa kelurahan Kecamatan Sukmajaya, pihaknya memastikan evaluasi akan terus dilakukan. Jika dibutuhkan, akan diusulkan tambahan dalam perencanaan anggaran berikutnya melalui Dinas terkait.

“Untuk yang belum terakomodasi, nanti kita evaluasi lagi. Kalau memang perlu, kita usulkan ke Dinas Rumkim untuk perencanaannya,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Launching Meriah, Persikad Depok Resmi Perkenalkan Jersey dan Skuad Anyar