INDORAYATODAY.COM – Viral pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar tingkat Kalimantan Barat (Kalbar) yang digelar MPR RI menuai polemik di media sosial.

Pihak SMAN 1 Pontianak secara resmi menyoroti objektivitas dewan juri setelah nilai tim mereka dikurangi karena dianggap memberikan jawaban yang salah, meskipun pihak sekolah meyakini jawaban tersebut benar secara substansi.

Rekaman momen perlombaan tersebut kini viral dan memicu perdebatan publik terkait kredibilitas penilaian dalam kompetisi bergengsi tersebut.

Dalam keterangannya, Selasa (12/5), pihak SMAN 1 Pontianak mengungkapkan beberapa poin krusial yang dianggap merugikan siswa mereka. Salah satu yang paling disoroti adalah adanya kemiripan jawaban antara tim SMAN 1 Pontianak dan SMAN 1 Sambas, namun juri disebut hanya membenarkan salah satu pihak tanpa penjelasan transparan.

“Terdapat indikasi penggunaan relasi kuasa oleh dewan juri tanpa proses konfirmasi dan klarifikasi yang memadai. Hal ini diperkuat dengan validasi sepihak mengenai kompetensi juri sehingga lomba tetap dilanjutkan tanpa penyelesaian proporsional,” tulis pernyataan resmi sekolah.

Pihak sekolah menegaskan bahwa siswa mereka telah menyampaikan jawaban dengan artikulasi yang jelas dan tegas, sehingga layak mendapatkan penilaian yang objektif sesuai materi yang disampaikan.

Atas temuan-temuan tersebut, SMAN 1 Pontianak mendesak pihak penyelenggara untuk memberikan konfirmasi resmi dan penjelasan mendalam mengenai dasar pengambilan keputusan juri. Langkah ini dinilai penting demi menjaga integritas dan kredibilitas pelaksanaan LCC 4 Pilar di masa mendatang.

Sekolah juga meminta agar ada evaluasi menyeluruh terhadap proses penilaian untuk memastikan asas keadilan bagi seluruh peserta lomba yang merupakan representasi siswa terbaik di Kalimantan Barat.

Meskipun sedang memperjuangkan keadilan bagi timnya, pihak manajemen SMAN 1 Pontianak mengimbau seluruh siswa-siswi untuk tetap menahan diri. Mereka diminta untuk tetap mengedepankan adab dan etika saat memberikan komentar di media sosial terkait polemik yang sedang terjadi.

BACA JUGA:  Heboh! Nenek Bertongkat di Depok Lincah Gasak HP dan Uang Jutaan

“Terkait permasalahan yang sedang viral, mohon jika berkomentar tetap mengedepankan adab,” pesan pihak sekolah kepada para siswanya.