DEPOK, INDORAYA TODAY – Identitas terduga pemotor bertato yang menganiaya seorang pria di kawasan perbatasan Depok-Jagakarsa, mulai dibongkar warganet.

Video dugaan penganiayaan itu viral di berbagai media sosial. Unggahan tersebut juga dipublikasikan akun Instagram @depokhariini, Minggu (5/7/2026).

Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Raya Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (4/7/2026), yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Depok.

Dalam video, korban mengaku tiba-tiba dipukul pria yang mengendarai sepeda motor ketika kondisi lalu lintas sedang padat.

Korban menegaskan dirinya tidak menyerempet maupun menabrak kendaraan lain sebelum insiden terjadi.

Menurut pengakuan korban, pelaku lebih dahulu menabrakkan motornya dari belakang, lalu menghampiri sambil berbicara dengan nada tinggi.

Saat korban menegur, pelaku diduga langsung melayangkan tiga pukulan ke arah wajah korban.

Korban kemudian mencoba merekam kejadian menggunakan telepon genggamnya.

Namun, pelaku kembali mendatangi korban dan diduga kembali melayangkan pukulan saat ditanya alasan melakukan aksi tersebut.

Dalam unggahan itu, turut disertakan foto yang diduga merupakan terduga pelaku.

Pria tersebut terlihat memiliki tato yang cukup mencolok di lengan kanannya sehingga menjadi perhatian warganet.

Tak butuh waktu lama, foto dan video itu menyebar luas di berbagai akun media sosial, terutama yang banyak diikuti warga Depok.

Sejumlah akun bahkan mulai mempublikasikan identitas terduga pelaku. Warganet menyebut pria tersebut berinisial FRS.

“Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan penganiayaan tersebut,” demikian dikutip dari narasi unggahan akun Instagram @depokhariini.

Sampai berita ini diturunkan, identitas yang beredar di media sosial masih sebatas informasi dari unggahan warganet dan belum mendapat konfirmasi resmi dari aparat kepolisian.

Karena itu, status hukum maupun identitas terduga pelaku masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.

BACA JUGA:  Viral Satpam Tegur Pengunjung Istiqlal dengan Toa, Pengurus Masjid Minta Maaf