INDORAYATODAY.COM, KOTA BEKASI – Komisi B DPRD Kota Depok mempelajari strategi Pemerintah Kota Bekasi mengembangkan kawasan olahraga dan UMKM untuk mendorong aktivitas ekonomi daerah.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe menerima kunjungan kerja Komisi B DPRD Kota Depok di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Bekasi, Kompleks Pemkot Bekasi, Selasa (1/9/2026).
Rombongan DPRD Depok dipimpin Koordinator Komisi B Hj Yeti Wulandari dan Ketua Komisi B H Hamzah. Pertemuan tersebut membahas perkembangan, tantangan, serta potensi ekonomi perkotaan yang dapat dikembangkan pemerintah daerah.
Dalam kunjungan itu, anggota DPRD Depok menggali strategi Pemkot Bekasi dalam mengoptimalkan potensi ekonomi, termasuk melalui kawasan olahraga dan ruang publik.
Pemerintah Kota Bekasi menyambut kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan hubungan antarpemerintah daerah.
“Pemerintah Kota Bekasi menyambut baik kunjungan ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah,” tutur Harris.
Salah satu pembahasan menyoroti pola kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Melalui skema tersebut, pembiayaan program tidak sepenuhnya ditanggung satu perangkat daerah.
Setiap OPD dapat mengalokasikan anggaran sesuai tugas dan kewenangannya. Misalnya, ketika Dinas Kepemudaan dan Olahraga memiliki keterbatasan anggaran, perangkat daerah lain seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pariwisata dapat mendukung komponen program yang menjadi kewenangannya.
Pemkot Bekasi juga menjelaskan pengembangan kawasan olahraga dan stadion utama melalui konsep Sports City. Kawasan tersebut diarahkan tidak hanya sebagai fasilitas olahraga, tetapi juga ruang interaksi sosial dan rekreasi.
Pemanfaatan GOR dan stadion dapat menghasilkan pendapatan melalui penyewaan untuk pertandingan olahraga profesional, termasuk sepak bola tingkat nasional. Fasilitas itu juga dapat digunakan untuk konser musik, festival, dan kegiatan masyarakat berskala besar.
Pemanfaatan multifungsi tersebut diharapkan menciptakan efek pengganda bagi sektor perdagangan dan jasa. Kehadiran masyarakat dari luar daerah dapat meningkatkan aktivitas hotel, pusat perbelanjaan, kuliner, serta jasa lainnya.
Selain itu, pengelolaan parkir dan utilitas secara profesional dinilai dapat mendukung optimalisasi pendapatan daerah.
Strategi lainnya ialah mengintegrasikan UMKM, khususnya sektor kuliner, ke dalam aktivitas Sports City. Pemkot Bekasi menyediakan Food Zone ketika kegiatan besar berlangsung di kawasan stadion.
UMKM binaan juga memperoleh ruang berjualan dalam kegiatan Car Free Day (CFD). Pemerintah turut memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara gratis melalui sistem jemput bola.
Pemkot Bekasi juga mendorong kerja sama UMKM kuliner dengan pusat perbelanjaan di sekitar kawasan Sports City untuk memperluas pemasaran.
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan dialog interaktif dan ditutup melalui foto bersama serta pertukaran cinderamata. Hasil kunjungan diharapkan menjadi bahan evaluasi dan dasar perumusan kebijakan pembinaan ekonomi daerah yang lebih tepat sasaran serta berkelanjutan. ***

Tinggalkan Balasan