DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok membagikan puluhan ribu masker kepada masyarakat.

Sebanyak 78.750 masker disalurkan ke seluruh kelurahan di Kota Depok.

Pembagian masker dilakukan melalui puskesmas di wilayah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok Devi Maryori mengatakan, masker tersebut dibagikan sebagai langkah perlindungan warga dari abu vulkanik.

Kebijakan itu merupakan tindak lanjut Instruksi Wali Kota Depok Nomor 06 Tahun 2026.

Instruksi tersebut berkaitan dengan kesiapsiagaan dan perlindungan kesehatan masyarakat akibat erupsi serta sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

“Masker ini diprioritaskan untuk masyarakat rentan dan mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan,” kata Devi, Selasa (8/9/2026).

Total ada 1.575 box masker yang disalurkan.

Jumlah tersebut dibagikan kepada 63 kelurahan di Kota Depok.

Setiap kelurahan mendapatkan alokasi sebanyak 25 box masker.

Menariknya, masker yang dibagikan terdiri dari dua jenis.

Yakni masker earloop dan headloop.

Masker earloop digunakan dengan cara dikaitkan pada telinga.

Sementara masker headloop dikaitkan pada bagian kepala.

Jenis headloop tersebut dapat digunakan oleh masyarakat yang mengenakan hijab.

“Masker yang disalurkan terdiri dari jenis earloop dan headloop,” jelas Devi.

Menurut Devi, pembagian masker kepada warga dilakukan untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.

Sementara kebutuhan masker bagi tenaga kesehatan tetap dipenuhi melalui distribusi rutin ke puskesmas.

“Kebutuhan masker untuk tenaga kesehatan di puskesmas selama ini sudah menjadi bagian dari distribusi rutin,” ujarnya.

Devi mengatakan erupsi Gunung Anak Krakatau merupakan kejadian yang tidak terduga.

Karena itu, ketersediaan masker juga diperluas untuk masyarakat yang membutuhkan.

“Karena erupsi ini merupakan kejadian yang tidak terduga, sehingga ketersediaannya juga diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Klik, Daftar, Berangkat! Cara Mudik Gratis 2026 dari Depok