INDORAYATODAY.COM — Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengapresiasi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang mencatatkan penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) hingga Rp 7,4 triliun sejak diluncurkan pada 21 Oktober 2025.

Tingginya penyerapan ini mendorong pemerintah menambah kuota KPP nasional dari Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun.

“Programnya boleh baru, belum sampai setahun, tetapi ternyata responsnya sangat positif. Penyerapan sangat tinggi, makanya kuotanya dinaikkan menjadi Rp 50 triliun. Dari sisi supply, BTN itu paling tinggi,” ujar Maruarar, Sabtu (12/9/2026).

Maruarar menilai skema KPP dan subsidi bunga di dalamnya sangat ampuh membantu para pelaku UMKM sektor perumahan—seperti pengembang, kontraktor, hingga toko bahan bangunan—agar mampu naik kelas.

Hingga 9 September 2026, BTN tercatat telah merealisasikan KPP sebesar Rp 5,25 triliun dari target Rp 10 triliun sepanjang tahun 2026. Maruarar pun mendorong manajemen BTN untuk terus melakukan percepatan dan terobosan.

“Targetnya besar, harapannya besar. Kerjanya juga harus besar, hatinya besar, jiwanya juga besar bagi Republik dan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Rincian Penyaluran KPP BTN

Secara keseluruhan, realisasi KPP BTN sebesar Rp 7,4 triliun tersebut terbagi ke dalam dua skema utama:

KPP Supply (Rp 5,4 triliun): Menyasar developer, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan plafon pembiayaan hingga Rp 5 miliar.

KPP Demand (Rp 2 triliun): Menyediakan pembiayaan hingga Rp 500 juta bagi UMKM perorangan untuk membeli, membangun, atau merenovasi rumah yang menunjang kegiatan usaha.

Di wilayah Jakarta dan sekitarnya saja, BTN mencatatkan 353 peminatan dengan total nilai plafon mencapai Rp 424,94 miliar.

Perkuat Ekosistem Perumahan

Direktur Corporate Banking BTN Helmy Afrisa menjelaskan, KPP memang dirancang khusus untuk menghubungkan seluruh mata rantai ekosistem perumahan nasional.

BACA JUGA:  Krisis Geopolitik Global, Wamentan Sebut Sejumlah Negara Incar Pupuk Indonesia

“Kami ingin program ini tidak hanya mendorong penyediaan hunian, tetapi juga meningkatkan produktivitas pelaku usaha dan pada akhirnya menggerakkan ekonomi rakyat,” kata Helmy.

BTN berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan industri properti agar manfaat pembiayaan ini menjangkau masyarakat produktif secara lebih luas.