INDORAYATODAY.COM – Ditemukannya jenazah salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadhatu 1 di Pulau Enggano, Bengkulu, menyulut kembali harapan keluarga lima jurnalis yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Pihak keluarga mendesak Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) serta tim gabungan untuk membuka kembali operasi pencarian intensif.

Istri dari Donal Husni—salah satu jurnalis yang hilang dalam penugasan media asal Tiongkok—Aning, menilai temuan jenazah ABK tersebut sebagai petunjuk vital di tengah penghentian operasi SAR resmi pasca-10 hari penelusuran.

“Ternyata, setelah pencarian resmi dihentikan, ditemukan satu jenazah yang teridentifikasi betul sebagai ABK kapal penangkap yang ditumpangi lima jurnalis, termasuk suami saya,” ujar Aning saat ditemui di kediamannya di Perumahan Ciater Permai, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu (23/9/2026) petang.

Aning menegaskan, kepergian suaminya bersama rombongan wartawan murni untuk menjalankan tugas jurnalistik peliputan aktivitas erupsi.

Selain temuan jenazah ABK, keluarga juga menyoroti penurunan status aktivitas Gunung Anak Krakatau yang kini mereda dari Level III (Siaga) menjadi Level II (Waspada) per 21 September 2026. Kondisi ini dinilai memberi ruang aman bagi tim pencari untuk kembali menyisir perairan.

“Harapan saya, dengan ditemukannya ABK di Pulau Enggano dan status Siaga Krakatau yang sudah turun, Basarnas serta jajaran TNI-Polri dapat kembali menggelar pencarian intensif,” tutur Aning.

Di sisi lain, Basarnas menyampaikan bahwa penemuan jenazah di luar rentang waktu operasi tidak otomatis mengaktifkan kembali pemanduan skala besar.

Kendati demikian, pemantauan wilayah perairan tetap berjalan melingkupi pelaporan dari kapal-kapal yang melintas serta masyarakat pesisir.

BACA JUGA:  Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Awan Panas Meluncur Sejauh 4,5 Kilometer