DEPOK, INDORAYATODAY.COM – Penurunan muka air Sungai Ciliwung hingga sekitar 70 persen dari kondisi normal menjadi tantangan bagi PT Tirta Asasta Depok (Perseroda) dalam menjaga pasokan air bersih.

Sungai Ciliwung merupakan sumber air baku bagi Instalasi Pengolahan Air (IPA) Legong dan IPA Citayam.

Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, Muhammad Olik Abdul Holik, mengatakan kondisi tersebut menjadi perhatian perusahaan karena berpotensi memengaruhi pengambilan air baku dan kapasitas produksi.

“Penurunan muka air Sungai Ciliwung menjadi tantangan tersendiri bagi operasional kami. Karena itu, optimalisasi pengolahan dan penguatan koordinasi dengan instansi terkait terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan air baku,” ujar Olik, Kamis (15/10/2026).

Menurut dia, berkurangnya debit air dapat memengaruhi kinerja pengambilan air baku di kedua instalasi tersebut.

Jika kondisi kemarau berkepanjangan, kontinuitas pelayanan air bersih kepada pelanggan juga berpotensi terdampak.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Tirta Asasta Depok memperkuat koordinasi dengan instansi yang berwenang mengelola sumber daya air.

Perusahaan juga mengapresiasi respons Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, khususnya Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), yang telah meninjau kondisi lapangan pada 1 September 2026.

“Kami mengapresiasi perhatian dan respons BBWSCC terhadap kondisi Sungai Ciliwung. Sinergi antarlembaga sangat penting agar tantangan ketersediaan air baku dapat ditangani melalui langkah yang tepat,” kata Olik.

Selain koordinasi, Tirta Asasta Depok mendorong pembahasan alternatif solusi infrastruktur untuk memperkuat keandalan pasokan air baku.

Salah satu opsi yang diharapkan dapat dikaji bersama ialah pembangunan bendung air untuk membantu mengoptimalkan pengambilan air baku saat muka sungai menurun.

Olik menegaskan, rencana tersebut perlu mempertimbangkan kajian teknis, kondisi hidrologis sungai, serta ketentuan pengelolaan sumber daya air.

BACA JUGA:  Pemerintah Klaim Stok Beras Aman Selama Dampak El Nino

“Pembangunan bendung air diharapkan menjadi salah satu alternatif solusi jangka panjang bagi IPA Legong dan IPA Citayam. Namun, pelaksanaannya tentu memerlukan kajian teknis dan koordinasi dengan instansi berwenang,” tuturnya.

Di tengah tantangan tersebut, Tirta Asasta Depok terus berupaya menjaga operasional instalasi dan meminimalkan potensi gangguan pelayanan kepada masyarakat.

Perusahaan juga mengajak pelanggan menggunakan air secara bijak, menghindari pemborosan, serta segera memperbaiki kebocoran instalasi di rumah.

“Kami berterima kasih kepada pelanggan yang tetap mendukung layanan Tirta Asasta Depok dan berpartisipasi menghemat air. Penggunaan air sesuai kebutuhan merupakan kontribusi penting untuk menjaga ketersediaan air bersama,” ucap Olik.

Tirta Asasta Depok berkomitmen memperkuat koordinasi, mengoptimalkan operasional, dan mendorong solusi berkelanjutan agar pelayanan air bersih bagi masyarakat Kota Depok tetap terjaga di tengah tantangan penurunan muka air Sungai Ciliwung.