INDORAYATODAY.COM – Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) bersama ParagonCorp meresmikan fasilitas Ruang Rawat Inap Lantai 9 di kompleks RSUI, Depok, Selasa (14/10/2026). Penambahan kapasitas sebanyak 50 tempat tidur ini dihadirkan untuk menjawab tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan perawatan lanjutan yang memadai dan berkesinambungan.
Direktur Utama RSUI dr. Kusuma Januarto, Sp.OG, Subsp.Obginsos, mengungkapkan bahwa penambahan fasilitas ini merupakan langkah konkret merespons tingginya angka kunjungan pasien.
Menurutnya, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUI saat ini kerap berada di kisaran 80 hingga 90 persen setiap harinya, melampaui rentang ideal rumah sakit yang berada di angka 60–80 persen.
“Kolaborasi antara RSUI dan ParagonCorp merupakan langkah nyata dalam mendukung pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan. Dengan kehadiran fasilitas baru ini, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi lebih banyak pasien serta memperkuat upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkesinambungan,” ujar Kusuma.
Deputy CEO and Chief R&D Officer ParagonCorp dr. Sari Chairunnisa, Sp.D.V.E., FINSDV, menambahkan bahwa kerja sama ini didasari oleh kesamaan visi untuk memberikan dampak luas bagi masyarakat. Pihaknya berharap fasilitas baru tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal guna mendukung peningkatan mutu layanan kesehatan, khususnya bagi warga Depok dan sekitarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU, menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan sektor swasta. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor ini tidak hanya memperkuat peran RSUI sebagai rumah sakit pendidikan, tetapi juga mengintegrasikan pilar pendidikan, riset, inovasi, serta kesejahteraan masyarakat.
Secara teknis, Ruang Rawat Inap Lantai 9 terbagi menjadi dua bagian, yakni wing Centella dan Olive, yang mencakup 48 tempat tidur Kelas 3 serta 2 kamar isolasi. Fasilitas ini juga dilengkapi ruang tunggu keluarga, musala, serta toilet pengunjung.
Keunggulan lain dari fasilitas baru ini adalah perancangan struktur bangunan yang tahan gempa. Gedung rawat inap RSUI dilengkapi dengan sistem bantalan anti gempa di dasar konstruksi yang dirancang mampu menahan guncangan hingga magnitudo 9,0.
Melalui peresmian ini, RSUI yang resmi menyandang status rumah sakit kelas A pada 2024 terus memperkuat perannya dalam mengintegrasikan layanan medis, pendidikan, dan penelitian demi memperluas akses kesehatan bagi masyarakat luas. (*)

Tinggalkan Balasan