INDORAYATODAY.COM – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas tengah merancang desain besar (grand design) pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari strategi utama kebijakan pembangunan nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menjelaskan, penyusunan peta jalan ini digodok bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar guna memastikan program pemberdayaan berjalan terarah di seluruh kementerian dan lembaga.
“Kementerian dan lembaga teknis akan berkontribusi sesuai kapasitas masing-masing, baik melalui penguatan kapasitas sosial maupun kewirausahaan, termasuk mendorong pemerintah daerah berjalan selaras dengan pusat,” kata Rachmat dalam Dialog Nasional Pemberdayaan di Jakarta, Rabu (14/10/2026).
Rachmat menekankan pentingnya pelibatan sektor swasta, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga komunitas dalam menyusun serta mengimplementasikan skema pemberdayaan ini.
Rachmat menggarisbawahi bahwa fokus pembangunan nasional tidak boleh hanya bertumpu pada fisik, melainkan harus menempatkan pembangunan kapasitas manusia sebagai prioritas utama.
Menurutnya, pembangunan fisik seperti jalan, gedung, dan jembatan tidak akan bertahan lama jika tidak dirawat oleh sumber daya manusia yang berdaya.
“Jika manusianya tidak berdaya, pembangunan fisik akan menjadi sia-sia,” tegas Rachmat.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto memaparkan sejumlah langkah pemberdayaan ekonomi di level desa yang sedang berjalan, mulai dari revitalisasi BUMDes, pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, hingga program desa swasembada pangan dan energi.
Meski demikian, Yandri mengungkapkan bahwa tantangan pembenahan di tingkat desa masih sangat besar. Saat ini, masih tercatat 4.672 desa tertinggal, 4.694 desa sangat tertinggal, serta 12,58 juta warga desa yang hidup di bawah garis kemiskinan. Selain itu, sebanyak 5.758 desa belum mendapatkan akses listrik PLN.
“Tidak ada kata lain selain pemberdayaan. Kami meyakini, apabila persoalan di desa-desa di Indonesia berhasil kita selesaikan, sesungguhnya kita telah menyelesaikan sebagian besar persoalan bangsa,” ujar Yandri.

Tinggalkan Balasan