INDORAYATODAY.COM – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, atau yang akrab disapa Ara, menyatakan optimisme terhadap program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan.

Ara yakin program ini akan meningkatkan daya saing UMKM dan pengusaha nasional sekaligus mempercepat realisasi program 3 Juta Rumah.

“Saya senang Kadin dan Danantara ikut mendorong sosialisasi KUR Perumahan. UMKM bisa naik kelas, dan menyala karena bunga hanya 5 persen, jauh lebih rendah dari perbankan komersial,” kata Ara di Jakarta, Senin (8/9).

Menurut Ara, program KUR Perumahan merupakan langkah bersejarah yang baru pertama kali diluncurkan di era Presiden Prabowo Subianto. Program ini menyasar penyediaan perumahan bagi pengembang, kontraktor, dan toko bangunan, serta menyentuh aspek permintaan dari UMKM dan masyarakat. Dengan demikian, ia yakin program ini akan membangun ekosistem perumahan rakyat yang lebih komprehensif.

“Jadi dengan KUR Perumahan ini, usaha kecil bisa naik ke level menengah, dan yang menengah bisa jadi besar. Pemerintah sudah menanggung bunganya,” ujarnya.

Selain menggerakkan UMKM, Ara juga menjelaskan bahwa program ini akan membawa dampak positif yang signifikan pada perekonomian nasional. Ia menyebut, tahun ini kuota rumah subsidi melalui FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) meningkat dari 220 ribu menjadi 350 ribu unit.

Dengan pembangunan satu unit rumah yang melibatkan minimal lima pekerja, program ini diperkirakan dapat menyerap hingga 1,65 juta tenaga kerja.

“Bahkan itu juga belum termasuk efek ekonomi turunan di sekitarnya misalnya dari warung, toko material, hingga transportasi logistik,” tambah Ara.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kenyamanan Rumah Rakyat, Menteri PKP Gulirkan Program Gentengnisasi