INDORAYATODAY.COM, SWISS – Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto memutuskan Indonesia bergabung dalam Board of Peace. Keikutsertaan tersebut dinilai sebagai bentuk komitmen aktif Indonesia dalam menjaga stabilitas global dan mendukung perdamaian Palestina.

Sugiono menerangkan bahwa Board of Peace merupakan badan internasional yang bertugas memantau proses stabilisasi serta upaya rehabilitasi di Gaza, Palestina. Badan tersebut dibentuk sebagai respons atas kebutuhan mekanisme konkret dalam mendorong perdamaian yang berkelanjutan.

“Board of Peace ini merupakan badan internasional yang bertugas untuk memonitor administrasi stabilisasi dan juga upaya-upaya rehabilitasi di Gaza, khususnya di Palestina,” ujar Sugiono dalam keterangan pers di Bad Ragaz, Swiss, dikutip dari tayangan YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/1/2026).

Ia menuturkan bahwa sejak awal Indonesia konsisten menyuarakan pentingnya perdamaian Palestina di berbagai forum internasional. Oleh karena itu, ketika piagam pembentukan Dewan Perdamaian ditandatangani dalam proses yang relatif cepat, Presiden Prabowo memutuskan Indonesia harus terlibat secara langsung.

Menurut Sugiono, keputusan tersebut sejalan dengan sikap politik luar negeri Indonesia yang aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Sugiono menegaskan bahwa alasan utama Indonesia bergabung dalam Board of Peace adalah untuk mengawal agar arah kebijakan Dewan Perdamaian tetap selaras dengan tujuan besar, yakni kemerdekaan Palestina dan terwujudnya solusi dua negara.

Kehadiran Indonesia di dalam badan tersebut dinilai penting untuk memberikan masukan, saran, serta pengaruh politik agar langkah-langkah yang diambil tidak berhenti pada tataran wacana.

“Kehadiran Board of Peace ini adalah langkah yang konkret dan tangible setelah sekian lama, agar upaya perdamaian benar-benar mengarah pada kemerdekaan Palestina dan solusi dua negara,” kata Sugiono.

BACA JUGA:  Konflik Iran-Israel Memanas, Menlu Sugiono Instruksikan Evakuasi WNI dari Teheran

Ia menambahkan, Dewan Perdamaian menawarkan mekanisme nyata yang memberi harapan lebih realistis bagi proses perdamaian dibandingkan sekadar pernyataan atau kecaman politik.

Sugiono menegaskan bahwa Board of Peace tidak dibentuk untuk menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Badan ini justru lahir dari kepedulian internasional untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas, khususnya di Gaza.

“Badan ini tidak ditujukan untuk menggantikan PBB. Ini adalah badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas,” ujarnya.

Ia memastikan Indonesia akan memanfaatkan keanggotaannya di Board of Peace untuk terus mendorong proses perdamaian yang adil, stabil, dan berkelanjutan bagi Palestina.