INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Konferensi kerja sama Asia Timur untuk Palestina dinilai perlu dioptimalkan sebagai wadah memperkuat dukungan nyata bagi proses pemulihan dan pembangunan jangka panjang Palestina.
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, mengajak Jepang bersama negara-negara anggota ASEAN memaksimalkan peran Conference on Cooperation among East Asian Countries for Palestinian Development (CEAPAD) sebagai forum yang mampu mengonsolidasikan dukungan konkret bagi Palestina.
Menurut Sugiono, CEAPAD tidak hanya menjadi ruang dialog, tetapi juga harus mampu memfasilitasi semangat solidaritas negara-negara anggotanya dalam mendukung proses rekonstruksi dan pembangunan Palestina secara berkelanjutan.
“Bagi Indonesia, Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan. Ini adalah persoalan keadilan, martabat, dan hak rakyat Palestina untuk membangun kembali masa depannya,” ujar Sugiono dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Kamis.
CEAPAD merupakan forum yang diprakarsai Jepang pada 2013 untuk memperkuat kerja sama internasional dalam mendukung pembangunan Palestina. Keanggotaannya terdiri atas Jepang, Palestina, Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Korea Selatan, Bank Dunia, serta Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).
Selain membahas isu Palestina, Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN-Jepang yang berlangsung di Manila, Filipina, pada Rabu (22/7), juga menyoroti pentingnya menjaga jalur pelayaran yang aman dan terbuka. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjamin kelancaran distribusi energi, pangan, perdagangan, hingga rantai pasok di kawasan.
Sugiono menyampaikan Indonesia menyambut baik penyelarasan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) dengan kebijakan Free and Open Indo-Pacific (FOIP) yang diinisiasi Jepang.
Menurut dia, kerja sama maritim harus tetap menjadi salah satu pilar utama dalam kemitraan ASEAN dan Jepang melalui penguatan kapasitas, peningkatan konektivitas, serta pengembangan maritime domain awareness.
Dalam kesempatan itu, Indonesia juga mendorong optimalisasi kerja sama melalui Asia Zero Emission Community (AZEC) dan Partnership on Wide Energy and Resources Resilience Asia. Kedua inisiatif tersebut dipandang dapat mendukung percepatan transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi di kawasan.
Di bidang ekonomi, Sugiono menilai berbagai kerangka kerja sama regional seperti ASEAN-Japan Comprehensive Economic Partnership (AJCEP), Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), serta ASEAN Plus Three perlu terus dimanfaatkan untuk menjaga stabilitas perdagangan dan investasi sekaligus membuka peluang baru bagi pengembangan industri.
Sugiono menegaskan ASEAN dan Jepang memiliki keunggulan yang saling melengkapi dalam menghadapi tantangan kawasan. Dengan memperkuat kolaborasi melalui berbagai forum strategis, kedua pihak diharapkan mampu menjaga stabilitas, perdamaian, sekaligus mendorong kemakmuran bersama.
“ASEAN dan Jepang memiliki kelebihan dan kekuatan masing-masing. Ketika disatukan oleh tujuan yang sama, kemitraan ini akan semakin tangguh dalam menjaga perdamaian dan kemakmuran kawasan,” kata Sugiono.

Tinggalkan Balasan