INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Ketua Pembina Posyandu Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau Cing Ikah, mengajak masyarakat memanfaatkan Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebagai sarana menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga kondisi lingkungan.

Pesan tersebut disampaikannya saat membuka Launching ke-9 Posyandu 6 SPM Kecamatan Beji yang digelar di Posyandu RW 19, Kelurahan Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Selasa (9/6/2026).

Dalam sambutannya, Cing Ikah menjelaskan bahwa transformasi posyandu menjadi Posyandu 6 SPM bertujuan memperluas pelayanan kepada masyarakat. Menurut dia, keberadaan posyandu saat ini tidak lagi hanya berfokus pada sektor kesehatan.

“Agar masyarakat paham dan tahu bahwa posyandu saat ini tidak hanya menangani kesehatan saja. Tapi juga menangani 6 SPM, standar pelayanan minimal,” kata Cing Ikah.

Ia menjelaskan warga dapat melaporkan berbagai persoalan melalui posyandu, mulai dari pendidikan, pekerjaan umum hingga kondisi rumah yang mengalami kerusakan.

“Jadi pada seluruh warga Beji ketika ke posyandu bisa melaporkan terkait masalah pendidikan, masalah pekerjaan umum, rumah roboh dan lain sebagainya,” ujarnya.

Menurut Cing Ikah, penyelesaian persoalan masyarakat akan lebih efektif jika disampaikan melalui jalur pelayanan yang tersedia dibandingkan melalui media sosial.

“Kalau cerdas berarti menyampaikan permasalahan di masyarakat tidak lagi melalui media sosial yang memang akhirnya membuat keruh suasana, tapi mengadu pada tempat yang tepat yaitu di posyandu,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Pemerintah Kota Depok juga menyalurkan bantuan kepada 50 penerima manfaat. Bantuan tersebut berupa kursi roda, tongkat, kacamata, paket sembako hingga bantuan uang tunai untuk mendukung kebutuhan pendidikan anak.

Cing Ikah berharap bantuan tersebut dapat membantu meringankan kebutuhan masyarakat penerima manfaat.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi kepada sponsor, kader posyandu, pengurus wilayah serta seluruh pihak yang terus mendukung pelayanan kepada masyarakat.

BACA JUGA:  Gas Melon Diawasi Ketat! Disdagin Depok Pastikan Isi Tabung 3 Kg Pas Ukuran

Ia bahkan mengaku telah menyampaikan usulan penambahan fasilitas pendingin ruangan agar pelayanan di Posyandu RW 19 semakin nyaman bagi warga maupun kader.

Dalam sambutannya, Cing Ikah juga menyoroti program pendidikan yang dijalankan Pemerintah Kota Depok, termasuk rintisan SMP gratis dan PAUD gratis.

“Jadi tidak ada kalimat warga Depok yang tidak sekolah,” tegasnya.

Ia berharap RW 19 dapat menjadi percontohan dengan tidak adanya anak yang putus sekolah maupun warga yang tinggal di rumah tidak layak huni.

Data yang dipaparkannya menunjukkan Kecamatan Beji memiliki 83 posyandu yang terdiri atas 79 posyandu mandiri dan empat posyandu purnama. Jumlah kader yang bertugas mencapai 1.257 orang.

“Insya Allah target kami semua akan diberikan bimtek untuk menjadi kader-kader yang pintar, yang cerdas dan bisa memberikan pelayanan buat masyarakat warganya,” kata Cing Ikah.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Depok yang memberikan bantuan operasional posyandu sebesar Rp6 juta per tahun, bantuan PMT Rp3 juta per tahun, insentif kader, serta perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi kader posyandu.