DEPOK, INDORAYA TODAY – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Duren1000 2, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, terus menghadirkan variasi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) agar siswa tidak merasa bosan.
Menu yang disajikan pun tidak hanya bernuansa lokal. SPPG Duren1000 #2 menghadirkan ragam hidangan terinspirasi dari Jepang, Korea hingga Timur Tengah.
Kepala Chef SPPG Duren1000 2, Syawaldi, mengatakan kreativitas dalam penyusunan menu tetap mengacu pada petunjuk teknis dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurut dia, setiap inovasi menu wajib mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh BGN.
“Kreativitas itu boleh saja sepanjang tidak melanggar juknis yang ditetapkan oleh BGN,” kata Syawaldi, Kamis (11/6/2026).
Syawaldi menjelaskan, setiap rencana menu baru selalu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi sebelum disajikan kepada penerima manfaat.
Salah satunya saat ingin menghadirkan menu bernuansa Timur Tengah seperti nasi kebuli.
“Kalau saya mau buat nasi kebuli, saya koordinasi dulu dengan ahli gizi. Kalau dinilai sesuai, baru kami eksekusi,” ujarnya.
Ia menegaskan, kolaborasi antara tim dapur dan ahli gizi menjadi kunci agar variasi menu tetap menarik sekaligus memenuhi standar gizi MBG.
Pengalaman panjang Syawaldi di industri perhotelan turut mendukung lahirnya berbagai inovasi menu di SPPG Duren1000 2. Ia pernah berkarier di sejumlah hotel bintang lima, termasuk InterContinental Mid Plaza, Kempinski, hingga Le Méridien di Arab Saudi.
Meski memiliki pengalaman internasional dan usaha sendiri, Syawaldi memilih bergabung dalam program MBG karena ingin terus berkarya dan belajar.
Menurutnya, proses memasak, pemilihan bahan baku hingga sistem kerja di dapur MBG memiliki tantangan tersendiri yang berbeda dari dunia perhotelan.
Dengan perpaduan kreativitas chef dan pengawasan ahli gizi, SPPG Duren1000 2 Depok terus berupaya menghadirkan menu MBG yang sehat, variatif, dan disukai siswa setiap hari. (Ihsan Ramdhani)

Tinggalkan Balasan