INDORAYATODAY.COM – Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Ahmad Muzani, menegaskan bahwa transformasi di lingkungan pondok pesantren menjadi sebuah keharusan.
Langkah ini dinilai krusial agar lembaga pendidikan Islam mampu menjawab tantangan zaman sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.
Muzani mendorong pesantren untuk terus beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan ekosistem digital tanpa menanggalkan nilai-nilai luhur keislaman.
“Mudah-mudahan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan pesantren menjadi rujukan bagi kemajuan sumber daya manusia Indonesia yang membanggakan,” ujar Muzani dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).
Menurut Muzani, selain memperkokoh fondasi keagamaan, lulusan pesantren saat ini dituntut untuk mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan di tengah masyarakat, seperti pengembangan sektor pertanian, peternakan, hingga kewirausahaan berbasis digital.
“Karena itu, pondok pesantren juga harus menyesuaikan berbagai macam kemajuan, perubahan, inovasi, dan transformasi menjadi sebuah keharusan,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Muzani usai membuka Workshop Pengasuh Pesantren Se-Indonesia Angkatan ke-12 di Pesantren VIP Bina Insan Mulia (BIMA) 2, Cirebon. Kegiatan yang digagas KH Imam Jazuli ini diikuti oleh 308 pengasuh pesantren asal Pulau Sumatra dari total target pembekalan bagi 5.000 pengasuh pesantren se-Indonesia.
Pengasuh Pesantren BIMA 2, KH Imam Jazuli, menambahkan bahwa transformasi pesantren merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak calon pemimpin bangsa.
Apalagi, porsi pelajar yang memilih pendidikan pesantren saat ini baru berkisar 3 hingga 5 persen dari total 53,9 juta siswa tingkat SD hingga SMA di Indonesia, sehingga potensi pengembangannya masih sangat besar.

Tinggalkan Balasan