DEPOK, INDORAYA TODAY – Komitmen menjaga kebersihan lingkungan di Kelurahan Duren Seribu, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok, terus menunjukkan hasil nyata.

Wilayah ini bahkan disebut-sebut menjadi salah satu kelurahan terbersih di Kota Depok berkat konsistensi warga dan para penggerak lingkungan.

Ketua RW 03 Kelurahan Duren Seribu, Saepudin Bakri, menyebut capaian itu bukan terjadi secara tiba-tiba, melainkan hasil kerja bersama warga.

“Alhamdulillah, Duren Seribu ini sudah diakui sebagai salah satu yang terbersih di Depok. Ini berkat dukungan warga dan Pak Lurah,” ujarnya, Kamis (25/6/2026).

Ia juga memberikan apresiasi kepada Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani, yang dinilai aktif mendorong berbagai program kebersihan lingkungan.

Menurutnya, sinergi antara RT, RW, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu majelis taklim menjadi kunci keberhasilan wilayah tersebut.

Bahkan, RW 03 memiliki gerakan lingkungan yang disebut “Maung 03” sebagai bentuk semangat menjaga kebersihan.

Program kerja bakti atau jumantik lingkungan juga disebut masih rutin berjalan hingga saat ini.

“Di RW 03, kegiatan kebersihan masih aktif dan konsisten,” kata Saepudin.

Selain kebersihan, RW 03 juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial seperti santunan yatim piatu dan kaum duafa.

Kegiatan tersebut rencananya akan digelar pada 5 Juli di tingkat kelurahan Duren Seribu.

Saepudin mengajak seluruh warga untuk hadir dan mendukung kegiatan sosial tersebut.

Ia juga berharap Wali Kota Depok dapat hadir dalam agenda santunan tersebut.

Sementara itu, Lurah Duren Seribu, Ahmad Sabani, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan warga RW 03.

Menurutnya, kerja keras para RT, RW, tokoh masyarakat, dan majelis taklim menjadi kekuatan utama wilayah tersebut.

“Ini bukan hal mudah, tapi karena kesungguhan bersama, semua bisa berjalan baik,” ujarnya.

BACA JUGA:  Kepala Rutan Depok Bicara Soal Ancaman Keamanan, Ini Langkah Terbarunya

Ia menilai tingkat kepedulian warga RW 03 sangat tinggi, terutama dalam kegiatan sosial dan keagamaan.

Sabani juga menyoroti konsistensi siskamling yang masih aktif di RW 03.

“Untuk siskamling paling konsisten, itu ada di RW 03,” katanya.

Ia menyebut kolaborasi warga menjadi kunci utama kemajuan lingkungan tersebut.

“Semua bergerak bersama, dari RT, RW, tokoh masyarakat sampai ibu-ibu. Ini yang membuat RW 03 terus berkembang,” tuntasnya. (Ihsan Ramdhani)