DEPOK, INDORAYA TODAY – PT Tirta Asasta Depok kembali membuka program Pasang PDAM Gratis untuk periode Juli hingga September 2026.

Program ini dihadirkan sebagai upaya memperluas akses air bersih sekaligus mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini.

“Musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih panjang. Karena itu kami mengajak masyarakat, termasuk para pelaku usaha, memanfaatkan program pasang PDAM gratis yang berlangsung sejak Juli hingga September 2026,” ujar Direktur Utama PT Tirta Asasta Depok, M. Olik Abdul Holik, dilansir dari situs resmi PT Tirta Asasta, Senin (20/7/2026).

Olik mengatakan, penggunaan layanan air perpipaan tidak hanya menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Menurutnya, semakin banyak pelanggan yang beralih ke jaringan PDAM, semakin besar pula kontribusi dalam menjaga cadangan air tanah dan kelestarian lingkungan.

Program tersebut berlaku untuk pemasangan baru dengan memenuhi sejumlah persyaratan administrasi.

Calon pelanggan cukup menyiapkan fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi SPPT PBB, serta materai Rp10.000.

Tirta Asasta memastikan seluruh proses pemasangan dalam program ini tidak dipungut biaya.

“Program ini benar-benar gratis tanpa dipungut biaya sepeser pun. Namun seluruh syarat dan ketentuan tetap harus dipenuhi,” kata Olik.

Program ini juga sejalan dengan kondisi cuaca yang diperkirakan semakin kering sepanjang 2026.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peluang terjadinya El Niño lemah mencapai 100 persen, sementara Monsun Australia diprediksi tetap aktif hingga akhir 2026.

BMKG juga memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami musim kemarau lebih awal dengan durasi yang lebih panjang dibanding kondisi normal.

Bahkan, lebih dari separuh zona musim diprediksi berada pada kategori lebih kering dari biasanya.

BACA JUGA:  Sok Jago Ngaku TNI, Pemotor Trotoar di Depok Kini Ketar-ketir

Kondisi tersebut membuat ketersediaan pasokan air bersih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat selama musim kemarau berlangsung.