INDORAYATODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah telah menyelesaikan sekitar 1.000 jembatan desa hingga Juli 2026 dan menargetkan pembangunan 5.000 jembatan tuntas sebelum akhir tahun.

Capaian tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin.

Menurut Presiden, pembangunan jembatan menjadi salah satu program prioritas pemerintah untuk meningkatkan konektivitas masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

“Sampai dengan Juli 2026, dari 5.000 jembatan desa yang sangat diminta oleh rakyat desa, kita sudah selesaikan 1.000 (jembatan),” kata Prabowo.

Presiden kemudian meminta Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Perbaikan Jembatan yang dipimpin Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mempercepat penyelesaian proyek agar target nasional dapat tercapai sesuai jadwal.

Dalam sidang tersebut, Prabowo juga meminta kepastian mengenai progres pembangunan hingga akhir tahun. Menanggapi hal itu, Maruli memastikan satgas akan mengejar penyelesaian sesuai target yang telah ditetapkan pemerintah.

“5.000 (jembatan) akan selesai 2026. Bagus,” ujar Prabowo menanggapi laporan tersebut.

Pemerintah sebelumnya menetapkan target pembangunan 5.000 jembatan gantung hingga akhir 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antardaerah, termasuk wilayah terpencil yang selama ini sulit dijangkau.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan pemerintah menargetkan pembangunan 2.500 jembatan dapat diselesaikan hingga Agustus 2026.

Menurut Teddy, pembangunan jembatan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah, TNI Angkatan Darat, serta masyarakat di daerah agar proses pembangunan dapat berlangsung lebih cepat dan menjangkau wilayah yang membutuhkan.

Ia menjelaskan keberadaan jembatan memiliki peran penting dalam membuka akses transportasi sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat yang selama ini terhambat oleh kondisi geografis.

“Di banyak wilayah yang selama puluhan tahun terpisahkan oleh sungai, kehadiran sebuah jembatan dapat mengubah kehidupan masyarakat,” kata Teddy.

BACA JUGA:  Prabowo Tegaskan Pemerintah Akan Hadapi Pihak yang Merusak Perekonomian Nasional

Pemerintah menilai pembangunan infrastruktur tersebut akan mendukung pemerataan pembangunan sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, dan aktivitas ekonomi.

Pemerintah akan terus mempercepat pembangunan jembatan desa hingga mencapai target 5.000 unit pada akhir 2026. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus membuka akses yang lebih aman dan mudah bagi masyarakat di berbagai wilayah, terutama kawasan terpencil.