DEPOK, INDORAYA TODAY – Taman Baca Kedaung Depok terus membuktikan komitmennya menghadirkan pengabdian nyata bagi masyarakat.
Gerakan tersebut bahkan telah berjalan konsisten sejak 2018.
Program itu melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mengajar anak-anak sekaligus berinteraksi langsung dengan warga.
Founder Taman Baca Kedaung, Baldan Fathullah, mengatakan pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari proses pendidikan mahasiswa.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya lulus dengan nilai akademik yang baik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan siap menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat,” kata Baldan, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, Taman Baca Kedaung Depok bukan sekadar tempat membaca.
Ruang tersebut berkembang menjadi pusat pembelajaran, kolaborasi, dan penguatan karakter generasi muda.
Mahasiswa didorong membangun empati, kepemimpinan, kemampuan berkomunikasi, hingga memahami persoalan masyarakat secara langsung.
Program itu juga melibatkan pelajar SMA sebagai relawan.
Langkah tersebut dilakukan untuk menanamkan kepedulian sosial sejak usia muda.
Tahun ini, sekitar 20 mahasiswa mengikuti pengabdian selama tiga bulan.
Mereka berasal dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Indonesia, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Gunadarma, Universitas Pamulang, Universitas Terbuka, dan Telkom University.
Seluruh peserta mendampingi berbagai kegiatan belajar di Taman Baca Kedaung Depok.
Baldan menilai kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat harus terus diperkuat.
“Bagi kami, pendidikan terbaik bukan hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata bersama masyarakat. Kolaborasi seperti ini menjadi bekal melahirkan generasi yang cerdas, berempati, dan siap mengabdi,” ujarnya.
Keberlanjutan program tersebut sekaligus memperkuat peran Taman Baca Kedaung Depok sebagai ruang pengabdian, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.

Tinggalkan Balasan