INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Wali Kota Depok Supian Suri menilai Kampung Malele di RW 08 Jatijajar menjadi contoh keberhasilan penataan lingkungan yang tidak hanya indah, tetapi juga produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Supian saat meninjau lokus penilaian Lomba REHAT HATINYA PKK Kota Depok 2026 di RW 08, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, Selasa (21/7/2026).

Program Rumah Sehat (REHAT) melalui gerakan Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman (AKU HATINYA) PKK, menurutnya, tidak boleh hanya dimaknai sebagai ajang mencari gelar juara. Yang terpenting adalah perubahan lingkungan yang mampu dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kalau seandainya enggak juara juga enggak kesel, enggak marah. Karena hadirnya tempat seperti ini, lingkungan seperti ini, ini sudah jadi juara sendiri,” kata Supian.

Ia menilai kawasan yang dipenuhi tanaman, kolam ikan, hingga peternakan sederhana mampu menghadirkan ruang terbuka yang menyejukkan sekaligus menjadi tempat berkumpul warga.

“Tanpa kita kasih juara pun sudah jadi juara, karena sudah ngasih manfaat yang banyak buat lingkungannya, jadi ruang yang menyejukkan buat semua,” ujarnya.

Orang nomor satu di Kota Depok ini mengatakan, manfaat yang dihasilkan Kampung Malele tidak hanya diukur dari sisi estetika. Menurutnya, pengelolaan lingkungan tersebut juga telah memberikan nilai ekonomi.

Mengacu pada penjelasan pengurus RW, modal awal sekitar Rp3 juta yang digunakan untuk mengembangkan kawasan itu bahkan telah kembali hanya dalam waktu satu bulan.

“Ternyata modal Rp3 juta itu sebulan sudah ketutup kalau dihitung dengan nominal. Kita belum menghitung manfaat lainnya, seperti lingkungan yang lebih sehat, udara yang lebih bersih, sampai anak-anak yang termotivasi mencintai pertanian,” ucapnya.

Ia menambahkan, masih banyak lahan yang lebih luas, tetapi belum mampu dimanfaatkan secara optimal seperti yang dilakukan warga RW 08 Jatijajar.

BACA JUGA:  Waw! RSUD Asa Kini Punya Bank Darah dan Hemodialisa, Warga Depok Tak Perlu ke Luar Kota

Dalam kesempatan itu, Supian kembali menjelaskan filosofi alokasi anggaran Rp300 juta untuk setiap RW di Kota Depok.

Menurutnya, sejak awal pemerintah tidak menentukan secara kaku penggunaan dana tersebut karena kebutuhan setiap wilayah berbeda.

“Saya dari awal menjanjikan alokasi anggaran Rp300 juta per RW. Yang lebih tahu kebutuhan lingkungannya adalah Pak RW bersama jajaran RT,” katanya.

Ia menjelaskan dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, seperti drainase maupun Posyandu, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berdampak langsung bagi warga.

Supian mengungkapkan salah satu program yang mulai dijalankan melalui Dana RW ialah pembentukan Kampung Cabai.

“Kita sudah mengalokasikan ada namanya Kampung Cabai dari Dana RW itu, sehingga tidak lagi ribut-ribut harga cabai. Kalau kita sudah punya cabai sendiri, kita tidak perlu lagi keluar uang untuk membeli,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Supian mengajak seluruh ketua RT, RW, LPM, kader PKK, dan masyarakat menjaga kekompakan dalam menjalankan program pembangunan di lingkungan masing-masing.

“Jangan sampai kita yang membuat kisruh lingkungan kita. Kita sayangi lingkungan kita, kita sayangi program kita, dan kita maksimalkan amanah yang diberikan,” tutup Supian. (M TAUFIK)