INDORAYATODAY.COM, DEPOK — Tri Sakti Anggoro terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum IPSI Kota Depok periode 2026-2030 dalam Muskot VII IPSI Depok, Minggu (20/9/2026).

Terpilih dengan dukungan 36 perguruan, Sakti membawa visi “Berakar Tradisi, Berbuah Prestasi” untuk menjalankan roda organisasi IPSI Kota Depok selama empat tahun mendatang.

Menurut Sakti, pencak silat dapat diibaratkan sebagai pohon yang memiliki akar tradisi kuat dan menghasilkan buah berupa prestasi. Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan organisasi yang kuat sebagai penopangnya.

Dengan potensi 28 perguruan tingkat Kota Depok, 11 kepengurusan IPSI tingkat kecamatan, serta ratusan perguruan lokal yang tersebar di Depok, ia ingin membangun organisasi secara profesional.

“IPSI Depok dapat menjadi ‘Rumah Besar’ bagi insan pesilat di Kota Depok dan siap menyukseskan visi nasional Pencak Silat Road to Olympic,” kata Sakti.

Setelah Muskot, langkah awal yang akan dilakukan adalah membentuk tim formatur dan melakukan konsolidasi internal menjelang pembentukan kepengurusan serta pelantikan.

“Mudah-mudahan langkah pertama kita ini menjadi pondasi untuk empat tahun ke depan dalam memajukan IPSI Kota Depok hingga nanti bisa panen atau berbuah prestasi yang manis,” ujarnya.

Selain penguatan organisasi, Sakti langsung menghadapi agenda prestasi dalam waktu dekat, yakni Porprov Jawa Barat 2026.

Sebanyak enam atlet pencak silat Kota Depok telah memastikan tiket ke Porprov setelah melewati Babak Kualifikasi (BK).

Sakti memasang target tinggi. Ia berharap seluruh atlet yang lolos tersebut mampu membawa pulang medali emas untuk Kota Depok.

“Target saya dengan optimis, dari enam atlet yang bertanding, enam-enamnya mendapatkan emas,” kata Sakti.

Untuk mengejar target tersebut, pola latihan atlet akan ditingkatkan. Jika sebelumnya enam atlet menjalani latihan rutin, IPSI Depok berencana memulai pemusatan latihan atau training camp pada awal Oktober.

BACA JUGA:  KONI Jabar Apresiasi Kesiapan Pemkot Depok Jelang Porprov XV 2026

“Nanti bakal ada training camp terpusat untuk enam orang atlet Kota Depok yang lolos ke Porprov,” ujarnya.

Sakti menilai persiapan menuju Porprov tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis. Kondisi mental para atlet juga menjadi aspek yang harus diperhatikan.

Terlebih, sebagian atlet masih berada pada usia muda dan harus membagi waktu dengan aktivitas lainnya.

“Yang paling berat dihadapi adalah mental. Tentunya juga ada kesibukan membagi waktu dan lain-lainnya,” kata Sakti.

Menurut dia, IPSI sebagai organisasi cabang olahraga memiliki tanggung jawab menciptakan kondisi yang mendukung agar para atlet dapat berkonsentrasi menjalani persiapan.

“Di situlah tugas kita sebagai cabang olahraga untuk memudahkan jalan atlet sehingga mereka bisa fokus untuk latihan dan harapannya menang kejuaraan,” ujarnya.

Dengan penguatan organisasi dan persiapan atlet tersebut, kepengurusan baru IPSI Depok akan membawa agenda pembinaan prestasi berjalan beriringan dengan pelestarian tradisi pencak silat.