INDORAYATODAY.COM, DEPOK – Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, mendorong peningkatan anggaran pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta percepatan penyediaan sentra UMKM.

Hal itu disampaikan Hamzah seusai menghadiri UMKM Expo 2026 yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok, Sabtu (7/11/2026).

Menurut Hamzah, pengembangan UMKM perlu mendapat dukungan anggaran yang memadai karena telah menjadi bagian dari program prioritas pemerintah daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Ia mengatakan DPRD akan mendorong peningkatan alokasi anggaran melalui pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) dan Komisi B.

“Ke depannya, insya Allah di dalam rapat Banggar dan rapat-rapat Komisi B akan kita dorong untuk anggaran yang lebih besar, termasuk dengan sentra UMKM yang harus kita miliki secara cepat,” kata Hamzah.

Hamzah menilai keberadaan sentra UMKM penting untuk mendukung pengembangan usaha masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, program penguatan UMKM tidak cukup hanya melalui kegiatan bazar atau pameran, tetapi juga membutuhkan fasilitas yang dapat menunjang aktivitas para pelaku usaha.

Ia menyebut program “UMKM Jualan Sama-sama” dan upaya mendorong UMKM naik kelas perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah.

“Karena ini menjadi target RPJMD kita, bagaimana jualan sama-sama, UMKM naik kelas, itu harus menjadi skala prioritas di Kota Depok,” ujarnya.

Selain menyoroti anggaran, Hamzah mengapresiasi pelaksanaan UMKM Expo 2026 yang menghadirkan berbagai kegiatan dan melibatkan pelaku usaha dari seluruh kelurahan di Kota Depok.

Ia menyebut terdapat sekitar 15 kegiatan dalam penyelenggaraan tersebut, termasuk bazar UMKM, perlombaan, dan pertunjukan kreativitas.

Salah satu kegiatan yang menarik perhatiannya adalah lomba mewarnai yang diikuti lebih dari 200 anak tingkat PAUD dan sekolah dasar.

BACA JUGA:  Distribusi Diperkuat, Harga Minyakita Turun di Bawah Rp16.000 per Liter

Hamzah juga menyoroti lomba presentasi desain industri kreatif bagi pelajar SMP dan SMA yang menampilkan gagasan usaha dengan kebutuhan modal relatif terbatas.

Selain itu, pelaku UMKM mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan di luar kegiatan berjualan melalui pertunjukan menyanyi, menari, hingga komedi tunggal.

Hamzah berharap kegiatan tersebut turut meningkatkan pendapatan peserta bazar, terutama dengan adanya aktivitas masyarakat pada akhir pekan.

Ia memperkirakan penjualan masing-masing pelaku UMKM berpotensi melampaui Rp1 juta, meski angka tersebut masih berupa perkiraan, bukan hasil transaksi yang telah tercatat.

Hamzah juga berharap UMKM Expo dapat menjadi agenda rutin pemerintah daerah untuk memperluas kesempatan pemasaran sekaligus mendorong pelaku usaha meningkatkan kapasitas bisnisnya.