INDORAYATODAY.COM — Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa kekayaan budaya nasional mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi jika dikelola melalui strategi ekonomi budaya sirkular atau circular cultural economy (CCE).

Fadli menyampaikan bahwa pelindungan, riset, serta inventarisasi kekayaan budaya harus menjadi fondasi utama untuk mengubah aset budaya menjadi kekuatan produktif yang bernilai ekonomi.

“Inventarisasi, riset, dan pelindungan harus menjadi dasar untuk mengubah kekayaan budaya menjadi kapasitas produktif. Artinya, ruang untuk mengubah kekayaan budaya menjadi cultural influence memiliki potensi yang sangat besar,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menbud menjelaskan, pembentukan ekosistem CCE yang terintegrasi—mulai dari aset budaya, hak kekayaan intelektual, produksi, pembiayaan, hingga distribusi pasar—dapat menjadikan budaya sebagai mesin penggerak ekonomi baru. Sektor industri kreatif global sendiri mencatatkan kontribusi hingga 4,3 triliun dolar AS per tahun.

Selain penguatan ekosistem industri, Fadli menyoroti peran strategis sekitar 200.000 pelajar Indonesia di luar negeri yang terhimpun dalam PPI Dunia sebagai agen diplomasi budaya dan peradaban.

Sinergi antara pemerintah, diaspora, serta mahasiswa internasional diharapkan mampu memperluas pengaruh budaya Nusantara sekaligus memperkuat jejaring ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.

 

 

BACA JUGA:  Menbud Fadli Zon Dorong Kolaborasi Film dan Digital dengan China