INDORAYATODAY.COM – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya bahasa Indonesia sebagai jembatan kebudayaan untuk mempererat hubungan diplomatik dan historis antara Indonesia dan Mesir yang telah terjalin selama lebih dari satu abad.

Pernyataan tersebut disampaikan Fadli Zon saat memberikan kuliah umum kebudayaan di hadapan sekitar 250 mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Penerjemahan Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir, Minggu (20/9/2026).

“Bahasa bukan sekadar alat komunikasi. Bahasa adalah pintu masuk utama untuk memahami kebudayaan, sejarah, cara berpikir, serta identitas suatu bangsa,” ujar Fadli Zon dalam keterangan resminya, Rabu (23/9/2026).

Fadli mengapresiasi tingginya minat mahasiswa di Universitas Al-Azhar salah satu pusat pendidikan Islam tertua dan paling berpengaruh di dunia yang berdiri sejak 970 Masehi, terhadap bahasa Indonesia. Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di kampus tersebut resmi dibuka sejak Oktober 2025.

“Adik-adik mahasiswa di sini adalah bagian dari jembatan kebudayaan kedua negara. Ketika mempelajari bahasa Indonesia, Anda sekalian juga sedang mempelajari sejarah dan keragaman budaya masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Fadli menilai, bahasa Indonesia memiliki modal sosial dan geopolitik yang sangat besar untuk berkembang menjadi bahasa internasional, mengingat jumlah penuturnya yang masif serta tersebar di pelbagai negara.

Ia pun menyuarakan optimismenya agar bahasa Indonesia terus didorong hingga dapat diakui sebagai salah satu bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Jumlah penutur yang sangat besar adalah kekuatan strategis. Ini harus terus kita dorong agar bahasa Indonesia makin dikenal, dipelajari, dan digunakan di panggung internasional,” jelas Fadli.

Lebih lanjut, Fadli mengingatkan jejak historis panjang hubungan bilateral kedua negara. Banyak ulama dan pelajar Nusantara yang menimba ilmu di Mesir sejak era sebelum kemerdekaan.

BACA JUGA:  Wamentan: Benih Jagung Syngenta Bukan Sekadar Merek, tapi Jaminan Mutu

Selain itu, Mesir mencatatkan sejarah sebagai negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, yang kemudian diperkuat melalui momentum Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Gerakan Non-Blok.